sergap TKP – SURABAYA
Menanggapi issu penculikan anak yang menjadi viral di Media Sosial dan aksi main hakim yang terjadi di Madura, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin, S.H. menegaskan jika issu penculikan tersebut adalah tidak benar alis Hoax.
“ISSU Penculikan itu adalah Hoax,” tegas Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, S.H. Rabu (22/3/2017)
“Kemarin yang terjadi di Madura itu merupakan bukti bahwa masyarakat semakin terprovokasi, semakin terbentuk seolah-olah issu penculikan itu adalah benar. Karena, setelah kita selidiki sampai kekeluarganya, kemarin yang terjadi di Madura itu yang pertama adalah orang gila dan yang kedua penjual meteran listrik,” ujar Machfud Arifin
Menurut Kapolda, Peristiwa main hakim yang terjadi di Madura, merupakan bukti bahwa masyarakat semakin terprovokasi, semakin terbentuk seolah-olah issu penculikan itu adalah benar.
Untuk itu, Kapolda menghimbau agar masyarakat tidak terprovokasi, tidak terpancing dan termakan issu hoax tersebut.
Perlu diketahui, Sebelumnya, di media sosial telah viral pemberitaan terkait issu penculikan anak yang diambil organ dalamnya untuk diperjualbelikan. Diduga akibat issu penculikan tersebut, Di Sumenep, Madura, 3 (tiga) orang gila kabarnya ditangkap warga dan akhirnya menjadi korban amuk massa lantaran di sangka sebagai pelaku penculikan.






