sergap TKP – MAKASSAR
Jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) menembak mati Ruslan alias Cullang (34), seorang bandar narkoba jenis sabu-sabu.
“Cullang terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap,” kata Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Muktiono saat konferensi pers di RS Bhayangkara, Rabu (29/3/2016) pagi.
Cullang ditembak saat berada ditempat persembunyiannya di sebuah rumah kos yang terletak di Jalan Trans Mamuju, Sulawesi Barat.
Selain melumpuhkan Cullang, dilokasi penyergapan petugas juga mengamankan barang bukti diantaranya sebuah tas, badik, sembilan handphone, kartu kredit, dan KTP milik pelaku.
Menurut Kapolda Sulsel, Cullang selama lima tahun terakhir, diperkirakan telah beraksi di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan maupun nasional dan internasional. Berbagai macam cara dilakukan petugas untuk mencari pelaku, namun hasilnya selalu nihil.
”Bandar narkoba terbesar yang ada di wilayah kita ini di Sulawesi Selatan, kita sudah tindak tegas oleh tim khusus yang kita bentuk. Memang cukup sulit kita rasakan mengejar bandar ini. Dia cukup licin, berpindah-pindah tempat dan berpindah-pindah cara strategi menghindari pengejaran petugas,” ujar Irjen Pol Muktiono.
”Selama beroperasi di wilayah Makassar dan daerah sekitarnya, Cullang diperkirakan telah menjual Sabu senilai Rp 1,5 Triliun, ini jumlah yang fantastis dan dampaknya luar biasa bagi generasi muda kita.” pungkasnya.







