Polda Jatim Musnahkan 5,1 Kg Sabu dan 7,4 Juta Pil Carnopen

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Direktrorat Reserse Narkoba (Direskoba) Kepolisian Daerah Jawa Timur (Jatim) memusnahkan barang bukti 5,1 Kg sabu dan 7,4 juta pil carnophen asal Malaysia di Mapolda Jatim, Rabu (4/10/2017). 

Barang bukti Narkotika dan Psikotropika tersebut disita dari delapan orang tersangka yang masing-masing berinisial S, HO, SA, PA, SR, SI dan MT.

Kapolda Jatim yang memimpin langsung pemusnahaan barang bukti tersebut mengaku akan terus memerangi peredaran narkoba di Jawa Timur. “Kami terus memerangi narkoba di Jatim, hari ini kami memusnahkan barang bukti 5 ribu lebih sabu dan 7,4 juta pil carnopen,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin didampingi Dirreskoba Kombes Pol Gagas Nugraha.

Dalam pemusnahan yang turut dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Maruli Hutagalung dan Kabid Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jatim AKBP Wisnu Chandra tersebut, Kapolda mengaku prihatin melihat hasil ungkap ini.

Untuk itu ia mengimbau Kajati untuk menuntut para pelaku narkotika dengan hukuman semaksimal mungkin. “Imbauan saya, proses hukumnya di Pak Kajati harus dituntut semaksimal mungkin. Begitu juga hukuman di Pengadilan juga cukup berat. Jangan berkasnya tebal, hukumannya ringan,” pinta Machfud Arifin ke Kajati Jatim Maruli Hutagalung.

Menangapi hal tersebut Maruli mengaku selalu menuntut pengedar narkoba dengan hukuman maksimal yakni hukuman mati atau seumur hidup. “Tapi kalau hukuman mati pelaksanaannya cukup memerlukan biaya yang besar. Jadi belakangan ini kita menuntut terdakwa kasus narkoba dengan hukuman seumur hidup. Mudah-mudahan hal serupa diikuti juga oleh pihak Pengadilan juga,” ujar Kajati.

Ia juga berharap tuntutan yang sudah diajukan pihaknya melalui JPU (Jaksa Penuntut Umum), di Pengadilan bisa diputus dengan hukan semaksimal mungkin.

Selain itu ia juga menerangkan penerapan eksekusi mati tidaklah semudah yang selama ini dibayangkan. Pasalnya, tarif untuk eksekusi mati bisa mencapai Rp 250 juta yang wajib ditanggung oleh pihak Kejaksaan.

“Jumlah Rp 250 juta itu eksekusi per satu orang. Kalau yang dieksekusi 10 orang, sudah berapa miliar uang negara yang keluar. Padahal gara-gara dia juga. Yang pantas yakni hukuman seumur hidup, dia kan menderita dan siapa tahu disitu dia bisa bertobat,” paparnya.

Untuk diketahui dengan hasil adanya pengungkapan ini telah menyelamatkan jutaan nyawa dengan estimasi 5,1 sabu senilai Rp 9,3 miliar bisa menyelamatkan 51,955 nyawa apabila tiap 1 gramnya dikonsumsi 10 orang. Sedangkan 7,4 juta pil carnophen yang bila dirupiahkan nilainya mencapai Rp 7,4 miliar ini bisa menyelamatkan sekitar 1,4 juta nyawa dengan perhitungan 5 butir pil carnophen dikonsumsi satu orang.

 

“Barang bukti ini kerjasama dengan pihak bandara, yang berhasil kita tangkap narkoba dari Malaysia. Kita akan tingkatkan pengawasannya. Bila perlu tambah anjing pelacak yang punya kemampuan deteksi narkoba,” ujar Kapolda mengakhiri.