Jelang Pemilu Serentak, Polda Jatim Gelar Sispam Kota

oleh -
oleh

sergap TKP – SURABAYA

Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 pada 17 April mendatang, Kepolisian Daerah Jawa Timur menggelar simulasi sistem pengaman dalam kota (sispam kota) di lapangan Makodam V Brawijaya, Selasa (19/3/2019).

Dalam giat sispam kota yang digelar guna mengantisipasi kerawanan Pemilu tersebut, dihadiri pula oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi, serta masing masing tim sukses kedua calon presiden.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menjelaskan bahwa simulasi tersebut merupakan wujud kesiapan Polda Jatim dalam menghadapi ancaman keamanan dan memastikan pesta politik di Jawa Timur bisa berlangsung dengan lancar.

“Untuk Pemilu tahun ini semua tahapan kami waspadai karena Pemilu tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Ada tiga pola yang satu pola rawan, rawan 1, dan sangat rawan ya. Di TPS akan ada satu anggota dan dibagi bagi semua yang sesuai dengan daerah mana yang rawan,” terangnya.

Pasukan yang tersebut nantinya akan dibagi per koordinator wilayah (korwil). “Tanggal 22 Maret kami gelar pasukan secara nasional. Pelaksanaan Pilkada serentak 2018 kemarin, Jatim aman dan mudah-mudahan untuk Pemilu 2019 aman dan lancar,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan jika provinsi Jatim memang membutuhkan pengamanan berlapis dan berjenjang termasuk kesiapsiagaan masyarakat.

“Jadi kalau ada 130.010 TPS, bisa membayangkan kalau kemudian proses penghitungannya bisa sampai dini hari. Tentu dari seluruh Pemerintah Kabupaten/ Kota terutama juga Pemprov harus mengoordinasikan detail dengan PLN untuk memaatikan tidak ada mati lampu sehingga harus melakukan kesiapsiagaan,” ujarnya.

Gubernur wanita pertama di Jatim tersebut juga mengingatkan bahwa gelaran Pemilu serentak kali akan berbeda dengan Pilkada 2018 lalu, karena juga akan digabung dengan pemilihan legislatif.

“Saya ingin mengajak adalah bagaimana dalam pengamanan masyarakat tim dari Polda dan TNI bekerja sama. Selain itu juga seluruh partai pengusung harus ikut untuk menjamin keamanan dan kelancaran Pemilu di Jatim,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi menegaskan pihaknya siap mendukung pengamanan Pemilu dengan menerjunkan 2/3 dari kekuatan polisi yakni 17 ribu. Dengan rincian 14 ribu AD, 2.500 dari AL, dan 1.000 dari AU.

No More Posts Available.

No more pages to load.