sergap TKP – SURABAYA
Rendahnya kepatuhan pajak dan kurang optimalnya pendapatan negara dari pajak, menjadi pr tersendiri bagi Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jatim I. Untuk itu diharapkan adanya peran serta dari para generasi muda terutama kalangan pelajar.
Untuk itu DJP Jatim I menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di Indonesia, serta Gerakan Literasi Nasional untuk mendukung program literasi pajak kepada generasi milenial.
Kepala Kanwil DJP Jatim I Eka Sila Kusna Jaya mengungkapkan sarana edukasi menjadi doktrin paling mendasar untuk menciptakan kepercayaan kepada otoritas dan meningkatkan kesadaran pajak sejak dini.
“Pajak bertutur merupakan kegiatan mengajar tentang kesadaran pajak pada semua jenjang pendidikan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Gelaran ini merupakan salah satu rangkaian dari Pekan Inklusi yang diprakarsai oleh DJP,” kata Eka Sila Kusna Jaya di Kanwil DJP Jatim I, Jumat, (22/11/2019).
Dalam kegiatan bertajuk Pendidik Baktimu Tiada Tara tersebut dihadiri 73 Pimpinan dari Perguruan Tinggi Aktif di Kota Surabaya. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut MoU Menkeu dengan Menristekdikti terkait inklusi kesadaran pajak pada perguruan tinggi.
Awalnya kegiatan edukasi sadar pajak atau pajak bertutur diawali secara serentak di 2.182 sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia pada 11 Agustus 2017 silam.
“Kegiatan tersebut memecahkan museum rekor Indonesia (MURI) karena diikuti lebih dari 137.459 pelajar mulai dari jenjang SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.” jelas Eka Sila.
Pada Kegiatan Pajak Bertutur tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Edukasi Kesadaran Pajak, antara DJP dan enam perguruan tinggi STIESA, Universitas Pelita Harapan, UPN, UK Widya Mandala, Universitas Narotama, dan Universitas Wijaya Kusuma. Serta penandatanganan pernyataan Dukungan Program Inklusi Sadar Pajak oleh 83 Perguruan Tinggi di Surabaya.








