sergap TKP – SURABAYA
Ditbinmas Polda Jawa Timur hari ini melaksanakan kegiatan pembentukan dan pelatihan Tim penyuluh Terpadu Anti Radikalisme Gelombang I di Garden Tulip Legancy Hotel, Surabaya. Kamis (12/12/2020).
Dirbinmas Polda Jatim Kombes Pol Iwan Setiawan., S.H., S.I.K., M.Hum mengatakan, Alhamdulilah pelaksanaan kegiatan pembentukan Tim penyuluh Terpadu Anti Radikalisme Gelombang Pertama ini bisa dilaksanakan dengan lancar, dengan rekomendasi hasil diskusi tahun 2020 akan disusun program kerja terkait dengan program kerja 2020 oleh Tim Pokja.
“Untuk kegiatan penyusunan program kerja tahun 2020, Tim Pokja rencana kegiatannya akan dilaksanakan di Malang,” kata Kombes Pol Iwan Setiawan., S.H., S.I.K., M.Hum seusai kegiatan penutupan pembentukan dan pelatihan Tim penyuluh Terpadu Anti Radikalisme di Garden Tulip Legancy Hotel, Surabaya. Kamis (12/12/2020).
Menurut Dirbinmas, Tim Pokja ini, selain menyusun program kerja, nantinya juga akan bertugas untuk menyusun MoU antara Polda Jawa Timur dengan Propinsi Jawa Timur terkait penjabaran program kerja 2020
Dirbinmas berpesan, kepada masyarakat agar bisa bersama-sama bekerjasama dengan tim terpadu untuk melakukan sosialisasi pemahaman terkait radikalisme.
“Kami menyampaikan pesan kepada masyarakat, agar masyarakat selalu bekerjasama dengan tim penyuluh terpadu yang telah kita bentuk ini, sehingga nanti bersama-sama dengan tim penyuluh untuk bersama-sama memberikan sosialisasi pemahaman kepada masyarakat untuk mencegah radikalisme di Jawa Timur,” tutur Kombes Pol Iwan Setiawan.
Kepala Bakesbangpol Jawa Timur Drs. Ec. Jonathan Judianto menambahkan, Kegiatan pembentukan dan pelatihan Tim penyuluh Terpadu Anti Radikalisme ini merupakan kegiatan strategis dan penting, karena tim ini tim yang langsung dilapangan berkaitan dengan soal anti radikalisme.
“Kami ingin bahwa, mereka memiliki pembekalan yang lebih baik, memperkaya kemampuan mereka dan mereka adalah tim yang langsung dilapangan untuk berkaitan dengan soal anti radikalisme. Karena mereka yang dibawah, mereka melakukan penyuluhan, mereka melakukan deteksi dini, dan mereka melakukan cegah dini dilapangan.” ujar Jonathan.








