sergap TKP – SEMARANG
Terkait kasus kecelakaan yang menewaskan dua orang warga Desa Bangunrejo, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Kapolda Jawa Tengah akhirnya mencopot Kapolsek Gunem, Rembang, Iptu SY dari jabatannya. Minggu (31/5/2020).
Menurut Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, Pencopotan Iptu SY dari jabatannya sebagai Kapolsek Gunem tersebut untuk mempermudah penyelidikan, dan rencananya dalam waktu dekat ini akan digantikan Kapolsek yang baru.
“Jabatan kapolsek sudah kita copot, kita sedang cari sosok kapolsek baru,” ujar Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat mengecek PosPam Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Sabtu (30/5/2020) sore.
Selain dicopot dari jabatannya, Iptu SY saat ini juga telah diamankan di Polda Jawa Tengah untuk menjalani pemeriksaan Ditpropam Polda Jawa Tengah.
“Sudah kami tahan Kapolsek SY. Dia ditahan karena perilaku anggota kepolisian yang menciderai masyarakat,” tegas Irjen Pol Ahmad Luthfi
Kapolda mengatakan, pihak kepolisian hingga saat ini juga masih mencari barang bukti penyebab kecelakaan tersebut.
“Untuk kasus laka, petugas cuma mengamankan barang bukti mobil yang digunakan oknum anggota. Kita masih mencari dua barang bukti lain,” pungkasnya.
Seperti diketahui, sebelumnya pada Senin (26/5/2020) malam. Mobil Isuzu Panther yang dikendarai Kapolsek Gunem menabrak sebuah rumah milik warga di Desa Bangunrejo, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang.
Dalam kecelakaan tersebut, seorang balita (3) dan neneknya (50) meninggal dunia. Kecelakaan bermula saat Kapolsek Gunem Iptu SY hendak berangkat bertugas mengendarai mobil Isuzu Panther bernopol L 1576 GK.
Semula kendaraan yang dipacu warga Desa Wonokerto Kecamatan Sale ini berjalan lancar. Namun, saat tiba di lokasi kejadian tepatnya Desa Bangunrejo Kecamatan Pamotan, tiba-tiba mobil tersebut mendadak oleng dan menabrak rumah warga bernama Samadi.
Benturan keras tak hanya menghancurkan teras rumah Samadi, tetapi menghantam keras anggota keluarganya. Cucu Samadi yang masih berusia balita tewas. Sedangkan istrinya, Yasri, menderita luka parah dan langsung dilarikan ke Puskesmas Pamotan.
Namun takdir berkata lain, nyawa perempuan tersebut akhirnya tidak bisa diselamatkan setelah sebelumnya sempat dirujuk ke RSUD dr R Soetrasno Rembang.






