sergap TKP – BANDUNG BARAT
Untuk mengantisipasi adanya produk berbahaya atau terpapar virus keluar dan masuk ke Indonesia, Kementerian pertanian bekerjasama dengan TNI dan Polri melakukan operasi terpadu.
Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pengawasan dan penindakan komoditas pertanian ilegal yang keluar masuk wilayah Indonesia terus dilakukan. Bekerja sama dengan TNI dan Polri upaya tersebut dilakukan seperti di airport maupun pelabuhan melalui operasi terpadu untuk mengantisipasi adanya produk berbahaya atau terpapar virus.
“Ada 50 lebih tempat pelabuhan yang setiap hari kita gelar pengawasan dan penindakan. Beberapa barang impor sudah dimusnahkan karena tidak memiliki dokumen jelas, serta dicurigai mengandung sesuatu yang berbahaya,” kata Mentan ketika melakukan kunjungan kerja di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (16/6/2020).
Mentan menegaskan hal tersebut sangat penting di saat pandemi seperti ini ataupun tidak. Ini agar pintu keluar masuk wilayah Indonesia tetap dalam kondisi aman sesuai norma-norma penyelenggaraan komoditas yang ada. Yakni terkait dengan kepentingan kesehatan manusia, tidak terjangkit virus berbahaya bagi kehidupan. Termasuk melindungi habitat yang menurut undang-undang harus dilindungi dari kepentingan nasional.
Mentan menambahkan, beberapa waktu lalu pihaknya mengaku mendapati adanya peredaran telur invertile di sejumlah pasar tradisional.
Meskipun ada pula sejumlah laporan palsu terkait temuan telur invertile yang dibeli masyarakat. Hal tersebut sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu untuk mendapat keuntungan dari kegaduhan yang timbul.
“Temuan itu sudah ditindaklanjuti dan tetap kita awasi meski ada sebagian laporan yang palsu,” ujar Syahrul.








