Lantunan Suara Kapolda Awali Silaturahmi Dengan Ketua Serikat Pekerja dan Buruh

oleh -
oleh

sergap TKP – SURABAYA

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dr. M. Fadil Imran didampingi Dirintel Polda Jatim Kombes Pol Slamet Hariyadi dan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko melakukan silaturahmi bersama Ketua Serikat Pekerja dan Serikat Buruh di Jawa Timur.

Kegiatan silaturahmi ini sendiri diikuti oleh seluruh Ketua Serikat Pekerja dan Serikat Buruh di Jawa Timur yang terdiri dari tiga konfederasi besar yang menaungi 26 federasi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh.

“Jadi untuk kegiatan silaturahmi Kapolda dengan ketua serikat buruh dan serikat pekerja ini adalah dalam rangka untuk menjaga, meningkatkan, untuk koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi yang selama ini telah berjalan terjalin baik antara serikat pekerja dengan kita,” ujar Dirintel Kombes Slamet Hariyadi, Selasa (30/6/2020).

Kombes Slamet juga menyebut hubungan antara Polda Jatim dan Serikat Pekerja maupun Serikat Buruh selama ini telah berjalan dengan baik dan oleh karena itu Kapolda ingin hal itu dipertahankan.

“Yang intinya bahwa agenda-agenda kedepan perlu juga kita untuk merapatkan barisan kita untuk bisa bersinergi mengantisipasi persolaan-persoalan yang akan muncul terutama yang berkaitan dengan masalah masalah perburuhan,” ujarnya.

Sementara itu dalam sambutannya Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. M. Fadil Imran menyebut dimasa pandemi seperti ini, pihaknya telah membuat Industri tangguh yang menjadi upaya antisipasi penyebaran Covid-19.

Bahkan Kapolda juga mengaku bahwa
kedatangannya ke pabrik maupun industri tangguh di Jatim adalah untuk membuat pabrik tetap bisa beroperasi sehingga para Buruh tetap dapat bekerja dan pendapatan negara tetap bisa masuk.

“Di pandemi Covid19 saat ini, semua pihak harus mengutamakan kesehatan dengan cara mentaati protokol kesehatan yang diterapkan oleh pemerintah. Terlebih bagi buruh di Jawa Timur. Harus bisa menjaga jarak antara pekerja satu dengan yang lain,” ujar Kapolda Jatim.

Terlebih pabrik rokok, tembakau, makanan dan minuman karyawannya bisa mencapai ribuan. Untuk itu pihaknya telah mengajurkan untuk menerapkan protokol kesehatan dan jaga jarak bagi pabrik maupun industri untuk tetap beroperasi.

“Saat saya datang di Industri di Jawa Timur, Masih melihat banyak pekerja buruh yang jarak antar buruh masih cukup berdekatan dan tidak ada jarak. Maka hal itu sangat berbahaya, sehingga pabrik harus bisa mensiasati pekerja untuk masuk setengah dari total jumlah karyawan,” ungkapnya.

Fasilitas dan penerapan protokol kesehatan wajib disediakan dan dilakukan oleh pabrik maupun industri. Untuk itu pihaknya akan mengedepankan dialog salah satunya dengan berkomunikasi dengan Serikat Pekerja seperti saat ini.

Pada kesempatan tersebut perwakilan buruh dari FSPMI Pujianto dan Ahmad Fauzi dari perwakilan SPSI menyampaikan bahwa buruh akan melakukan aksi unjuk rasa dijalan dan pihaknya berharap agar pihak kepolisian bisa mengerti dengan kondisi buruh di Jatim.

No More Posts Available.

No more pages to load.