sergap TKP – JOMBANG
Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. M. Fadil Imran bersama Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iryansyah, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Tebu Ireng di Jombang Jawa Timur.
Dalam kunjungan tersebut Kapolda juga di dampingi para Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim dan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.
Kunjungan oleh Forkopimda Jatim ini diterima dan disambut langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren (ponpes) tebu ireng KH. Abdul Hakim Mahfud dan Bu Nyai.
“Kedatangan Forkopimda Jatim di Pondok Pesantren (ponpes) tebu ireng butuh bantuan dan doa, agar segera terbebas dari pandemi Covid-19,” kata Kapolda Jatim Selasa, (16/6).
Kapolda juga menyebut Tebu Ireng sebagai Pondok Pesantren (ponpes) tangguh yang merupakan role model bagi pondok pesantren di Jatim.
“Pondok Pesantren tebu ireng menjadi role model pondok pesantren yang lain, sehingga diharapkan mampu mensosialisasikan Protokol Kesehatan,” jelas Kapolda Jatim.
Pada kesempatan tersebut Forkopimda juga menyempatkan untuk Ziarah dan Berdoa di komplek Makam tebu ireng.
Kunjungan itu sendiri direspon positif oleh KH. Abdul Hakim Mahfud dan Bu Nyai, yang juga menjelaskan terkait dengan rencana dimulainya aktivitas belajar mengajar di lingkungan Pondok Pesantren tebu ireng.
“Rencananya pada tanggal 20 Juni adalah jadwal masuk para santri baru dan yang lama. Sementara jumlah santri di tebu ireng sebanyak 3,681,” ucap KH. Abdul Hakim.
Pada kesempatan tersebut Pangdam menyebut bahwa Pondok pesantren Tebu Ireng merupakan ponpes legendaris yang melahirkan tokoh Nasional.
“Penerimaan santri di Pondok pesantren tebu ireng sudah cukup baik, selain itu ponpes tebu ireng juga sebagai ponpes legendaris. Sekarang tinggal meneruskan SOP pelaksanaan sehari – hari dimassa pandemi Covid-19,” pungkasnya.








