sergap TKP – SURABAYA
Wartawan senior Peter A. Rohi tutup usia. Pria kelahiran Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengawali karirnya sebagai kuli tinta ini sejak tahun 1970 ini dikenal sebagai seorang penelusur jejak Soekarno.
Penulis buku Soekarno Sebagai Manoesia dan Ayah Bunda Bung Karno serta Natuna Kapal Induk Amerika ini juga menjadi salah satu tokoh yang memperjuangkan sebuah rumah di Jalan Pandean, Surabaya dan tokoh di Soekarno Institut.
Kabar meninggalnya Peter A. Rohi diketahui dari sang putra. “Pagi ini tepat jam 6:45 WIB, papaku, Peter A. Rohi, telah kembali ke pangkuan Tuhan. Jenazah masih di RKZ (RS St. Vincentius A Paulo) Surabaya,” ujarnya.
Dewan Pakar IKA Stikosa AWS sekaligus CEO Tirto.id, Atmaji Sapto Anggoro juga turut menyampaikan duka citanya. Sapto menyebut Peter A. Rohi adalah salah satu wartawan legendaris yang pernah menaikkan Herlina Efendi si Pending Emas dalam pembebasan Papua Barat.
Ia menyebut Peter sebagai sosok lelaki energetik, teliti, dan tidak banyak bicara. “Seorang Soekarnois tulen yang paham betul arti Republik ini. Meski bukunya banyak, tulisannya mendalam dan dahsyat, Pak Peter amat sangat bersahaja,” ujar Sapto.
Bahkan di kantornya almarhum Peter dikenal sangat jujur. Biaya liputan kalau lebih selalu dibalikkan atau jika kurang sering kali Peter memakai uang pribadinya.
“Kekerasan jiwa, keteguhan hati, kejujuran, meski rendah hati, adalah karakter yang kuat saya tangkap dan diketahui banyak orang tak sekadar teman dekat. Pak Peter adalah idola yang tak mudah kita ikuti, karena begiti kuatnya karakternya,” jelasnya
“Inilah kekayaan terbesar beliau, yang sangat bermakna di mata anak didiknya selaku mentor bahkan suhu yang sederhana. Selamat jalan Pak Peter. Kami kehilangan Anda,” imbuh Sapto.
Sementara itu Ketua IKA Stikosa AWS, M Zurqoni yang juga cukup dekat dengan Peter mengaku cukup terkejut atas kabar meninggalnya Almarhum Peter A. Rohi.
Zurqoni mengaku mengenal Peter A. Rohi saat aktif di Surabaya Pers Club yang merupakan cikal bakal Aliansi Jurnalis Indonesia. “Karena rumah saya dekat sama kediaman almarhum, sejak itu saya sering antar jemput,” akunya.
Zurqoni menyebut bahwa Peter A. Rohi adalah orang yang sangat sederhana dan rendah hati.






