Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya Salurkan 150 Ribu Masker

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya kembali menyalurkan sejumlah bantuan untuk penanganan virus Corona atau Covid-19.

Bantuan diterima langsung oleh Kepala Polda Jatim Irjen Pol. Mohammad Fadil Imran di Gedung Tribrata, komplek Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani 116 Surabaya. Senin, (10/8/2020).

Bantuan yang diberikan berupa 150 ribu masker tersebut, rencananya melalui Polda Jatim akan didistribusikan kembali ke masyarakat yang terdampak Covid-19 di wilayah Jawa Timur.

Alim Markus selaku Perwakilan Paguyuban Masyarakat Tiong Hoa Surabaya dan CEO PT Maspion mengatakan, Kegiatan bakti sosial merupakan bentuk kepedulian Paguyuban Masyarakat Tiong Hoa Surabaya terkait pandemi Virus Corona (Covid-19).

“Kegiatan bakti sosial ini dalam rangka mencegah dampak sosial virus Corona (Covid-19) di Jawa Timur,” kata Alim Markus seusai menyerahkan bantuan seratus ribu masker ke Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur di Surabaya. Senin, (10/8/2020).

Menurut Alim Markus, Pandemi Corona virus Disease 2019 atau COVID-19 ini memang dirasakan oleh semua pihak, Namun, tidak membuat Maspion Group melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan merumahkan para karyawannya seperti yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lainnya.

“Syukur Alhamdulillah, kita tidak ada PHK (karyawan) di Maspion dan juga tidak ada yang istirahat di rumahkan. THR mereka (karyawan) juga terima tepat pada waktunya,” ujar Alim Markus.

Alim Markus menjelaskan, jika saat ini total jumlah karyawan Maspion Group ada sebanyak kurang lebih 25 ribu orang. Sejak pandemi hingga sekarang, tak ada satu pun karyawan yang di-PHK maupun dirumahkan. bahkan dirinya juga masih bekerja dan kantornya juga terus dibuka.

“Saya sendiri juga masih kerja. Itu office juga buka terus. Memang harus rajin, tekun, juga harus cost down (memangkas biaya),” tandas Alim.

Pengusaha yang terkenal dengan slogan ‘Cintailah Produk-produk Indonesia’ itu mengakui bahwa sektor industri amat terpukul dengan adanya pandemi COVID-19. Apalagi setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB diterapkan di banyak daerah.

“Memang (industri) yang sangat terpukul itu airline, kapal terbang, kereta api, pariwisata, dan hotel,” pungkasnya.