Kapolresta Sidoarjo Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi dan PTM Terbatas

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Kapolrestabes Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro meninjau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang tengah berlangsung di sejumlah sekolah di wilayahnya.

Untuk itu Kapolresta bersama TNI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat juga terus melakukan percepatan vaksinasi untuk usia 12-17 tahun untuk mendukung pelaksanaan PTM terbatas.

“Untuk vaksinasi bagi guru di wilayah kami 99 persen sudah dilakukan. Saat ini Kabupaten Sidoarjo berada di level tiga, maka dimulainya Pembelajaran Tatap Muka, kami bersama Pemkab Sidoarjo dan TNI melakukan percepatan vaksinasi bagi pelajar usia 12-17 tahun,” ujar Kapolresta.

Adapun percepatan vaksinasi ini seperti yang tengah dilakukan di SMA Antartika, Buduran, Sidoarjo. Sebanyak 200 dosis vaksin disiapkan untuk vaksinasi siswa dan siswi di SMA tersebut.

Kombes Kusumo juga mengimbau pihak sekolah yang menyelenggarakan PTM Terbatas Bertahap untuk memperhatikan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 35 Tahun 2021.

“Karenanya selain mempercepat vaksinasi, kehadiran kami ke sini juga untuk memastikan kapasitas siswa maksimal 50 persen dari normal, dengan menjaga jarak antar siswa, protokol kesehatan juga benar diterapkan secara ketat,” sambungnya.

PTM Terbatas bertahap ini bakal diikuti setiap siswa paling banyak dia kali dalam satu minggu. Untuk durasinya sendiri paling lama empat jam perhari dengan 30 menit untuk setiap mata pelajaran. Siswa-siswi yang mengikuti PTM terbatas ini juga wajib disertai surat izin dari orang tua.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Antartika Buduran Sidoarjo M. Ahsan Isnaini menyampaikan terima kasih terkait adanya percepatan vaksinasi Covid-19 bagi pelajar ini, pihaknya juga optimis dapat menyelenggarakan PTM terbatas bertahap.

“Setiap perkembangan dari PTM terbatas ini akan kami pantau dan kordinasikan dengan pihak terkait. Semoga semua berjalan lancar, sehat, dan melalui percepatan vaksinasi bagi pelajar dapat segera memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya.