PJT I Ingatkan Masyarakat Terkait Penurunan Kualitas Air Jelang Musim Hujan

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Perum Jasa Tirta (PJT) I mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak kaget apabila ada perubahan kualitas air sungai menjadi lebih buruk nantinya. Selain itu musim penghujan di tahun ini juga diperkirakan akan tiba lebih awal.

“Kualitas air sungai di musim hujan tidak semakin baik tetapi semakin jelek karena limbah di pemukiman masuk sungai. Sebagian besar memang limbah rumah tangga seperti popok, plastik dan lain sebagainya,” ujar Direktur Utama PJT I Raymond Valiant Ruritan, Rabu (6/10/2021).

Lebih lanjut, Raymond menjelaskan penurunan kualitas air sungai umumnya ditandai dengan penurunan kadar oksigen yang larut dalam air. Untuk standarnya sendiri adalah 2 hingga 4 miligram per liter untuk air agar dapat dikategorikan untuk dapat diolah kembali.

Sementara apabila kadar oksigen yang larut dalam air berada dibawah 2 miligram per liter dapat ditandai dengan terjadinya fenomena ikan mabuk.

“Kalau terjadi ikan mabuk, dimanapun itu, tolong hubungi kami. Itu biasanya karena penurunan oksigen. Tetapi kalau ada bau atau warnanya berubah, berarti ada yang membuang limbah. Ini kemarin sempat terjadi di Bengawan Solo. Air sungai menjadi coklat tua. Ternyata ada industri alkohol yang membuang limbah ke sungai,” bebernya.

Hingga saat ini, Raymond mengungkapkan bahwa jumlah sampah yang ada di sepanjang sungai di Surabaya terus bertambah. Bahkan ada sekitar 400 ton sampah basah yang bisa diangkat dari sungai di Surabaya per pekannya dan hal ini dapat bertambah di musim penghujan.

“Dari pengamatan kami, jenis sampah semakin banyak. Kalau dulu di hulu itu 30 persen adalah sampah anorganik, sekarang naik menjadi 40 persen seperti plastik kaca dan berbagai material yang tidak bisa diuraikan,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi terjadinta banjir, pihak PJT I juga menyiapkan tiga unit eskavator apung untuk melakukan pengambilan sedimen dan sampah dari sungai sepanjang musim hujan.

“Kami akan lakukan pengambilan sedimen di sungai dari Wringin Anom hingga Gubeng. Kami juga akan imbau, minta tolong kepada Pemerintah Kabupaten Kota untuk urusi sampai karena sampah sebenarnya tanggung jawab Pemkab atau Pemkot,” ujarnya.

Selain berharap tanggung jawab Pemerintah setempat pihaknya juga meminta masyarakat untuk turut serta menjaga dengan tidak membuang sampah ke sungai, mengingat saat ini kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai masih cukup rendah.

“Kami mengimbau kepada masyarakat dimana pun ketika membuang sampah hendaknya dibuang di tempat yang disediakan. Karena buntunya gorong-gorong banyak diakibatkan sampah. Disisi lain, tempat pembuangan sampah juga kadang banyak yang dibangun di sisi sungai sehingga di hujan, sampah akan meluber hingga masuk sungai,” pungkasnya.