Pegawainya Lakukan Penggelapan, Mega Finance Rugi Hingga Rp 1,2 Miliar

oleh -

sergap TKP – MOJOKERTO

PT Mega Finance mengalami kerugian hingga Rp 1,2 miliar, akibat pegawainya terlibat tindak pidana penggelapan dalam jabatan yang melibatkan 9 orang lainnya.

Tersangka utama yaitu Nanda Agus Dwi Prasetya (24) yang merupakan Credit Marketing Officer atau Surveyor PT Mega Finance ini diduga melakukan penggelapan data fiktif kredit sepeda motor.

Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan menjelaskan pihaknya mengamankan 7 dari 10 pelaku, salah satunya Nanda yang menjadi aktor utama

“Ada 7 tersangka yang diamankan, mereka memiliki peran masing-masing. Tersangka utama, Nanda disangkakan dengan Pasal 374 KUHP karena dia adalah karyawan dari finance tersebut, dia melakukan manipulasi, menerima duit dari konsumen kemudian mengeluarkan unit kendaraan,” jelasnya.

Untuk modusnya sendiri tersangka mengajar beberapa rekannya untuk mencari konsumen dengan maksud meminta persyaratan baik identitas maupun yang lain. Selanjutnya data tersebut di input dengan cara fiktif untuk dimasukkan ke dealer yang dituju agar sepeda motor bisa didapatkan dari dealer.

“Dari data keseluruhan yang di input terdapat 77 konsumen yang masuk dalam analis survey para pelaku. Terdapat 62 konsumen (PK) yang mengalami keterlambatan pembayaran dengan total ada empat dealer,” kata Kapolresta.

Selanjutnya masih kata AKBP Rofiq, sepeda motor yang berhasil direalisasikan oleh pelaku selanjutnya langsung dijual ke penadah dengan harga Rp 12 sampai 15 juta.

“Dealer yang menjadi sasaran antara lain dealer Sekawan, Lancar Motor, Merdeka dan Tirto Agung Motor. Petugas masih melakukan pengembangan, tidak menutup kemungkinan masih ada tersangka lain,” ujar Rofik.

“PT Mega Finance mengalami kerugian sebesar Rp 1,2 miliar. Lima tersangka yang ikut serta dalam aksi tersebut dijerat Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 jo Pasal 56 KUHP. Sementara penadah disangkakan Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP Jo pasal 480 KUHP,” pungkasnya.