Polresta Tangerang Ringkus Pelaku Pencurian Dan Perkosaan Serta Percobaan Pembunuhan

oleh -

sergap TKP – TANGGERANG

Polresta Tangerang  meringkus supir dan kenek angkutan kota (angkot) jurusan Cikande Balaraja yang diduga kuat sebagai pelaku pencurian dan perkosaan serta percobaan pembunuhan yang terjadi pada Kamis 20 Januari 2022.

Kapolresta Tangerang Kombes Polisi Zain Dwi Nugroho SH, S.IK, M.SI mengatakan, peristiwa pencurian dan perkosaan serta percobaan pembunuhan itu terjadi pada Kamis 20 Januari 2022.

Kejadian bermula, saat korban SP (24) naik angkot jurusan Cikande Balaraja pada Kamis 20 Januari 2022 pukul 00.30 wib hendak menjenguk orang tuanya di Balaraja yang datang dari Lampung, didalam angkot hanya ada 3 (tiga) orang yaitu korban, kedua pelaku yang merupakan supir dan kenek.

“Didalam perjalanan kenek menutup pintu angkot dan tiba tiba korban dipukuli lalu ditendang pada bagian dada dan punggung serta dicekik lehernya berulang kali lalu korban ditimpakan ban serep yang berada dibawah bangku penumpang, kemudian pelaku memperkosa korban didalam angkot,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Polisi Zain Dwi Nugroho SH, S.IK, M.SI  saat Press Conference di Mapolresta Tangerang Selasa (25/01/2022).

Lebih lanjut Kapolresta Zain menjelaskan “Pelaku meyakini korban sudah mati, kemudian kedua supir dan kenek itu membuang korban ke sungai ciujung Kabupaten Serang, tetapi korban masih bisa bertahan dan menyelamatkan diri dengan cara berenang ketepi dan meminta bantuan kepada masyarakat sekitar,” tuturnya.

Berdasarkan Laporan dan pengembangan penyelidikan, Tim gabungan Unit Resmob Polresta Tangerang, Unit Jatanras Polresta Tangerang dan Polsek Balaraja dalam waktu singkat akhirnya berhasil menangkap pelaku yaitu IS (24) dan GG (22) yang tak lain supir dan kenek angkot.

“Kedua Pelaku berhasil ditangkap ditempat berbeda. Saat penangkapan, pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba melawan petugas saat akan ditangkap,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, Pelaku terancam dijerat dengan Pasal berlapis,yaitu 365 KUH Pidana dan Pasal 285 KUH Pidana dan atau Pasal 340 jo 53 KUH Pidana dan Pasal 338 jo 53 KUH Pidana dengan ancaman hukuman mati.