sergapTKP – Surabaya
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, hari ini memimpin upacara peringatan Hari Juang Polri yang khidmat di Monumen Perjuangan Polri, Surabaya, Jawa Timur.
Peringatan ini menegaskan kembali dedikasi dan komitmen Polri untuk senantiasa mengabdi dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.
Dalam amanatnya, Jenderal Sigit menyampaikan bahwa Hari Juang Polri bukan sekadar momen mengenang sejarah, melainkan sebuah simbol fundamental bagi institusi Polri dalam mewujudkan pengabdian berkelanjutan.
“Hari Juang Polri adalah pengingat bahwa dedikasi dan komitmen Polri untuk mengabdi kepada bangsa tidak akan pernah luntur,” tegas Kapolri di hadapan 977 personel yang mengikuti upacara.
Upacara penting ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk mantan Kapolri seperti Jenderal (Purn) KPH Roesdihadrdjo, Jenderal (Purn) S. Bimantoro, dan Jenderal (Purn) Sutarman.
Jajaran pejabat utama Mabes Polri juga turut hadir, antara lain Kabaharkam Polri Irjen Karyoto, Kalemdiklat Polri Komjen Chryshnanda Dwilaksana, Dankorbrimob Komjen Imam Widodo, AS SDM Kapolri Irjen Anwar, Kadivpropam Irjen Abdul Karim, Kadivhumas Irjen Sandi Nugroho, Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho, hingga Kapusjarah Polri.
Selain itu, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur juga hadir memberikan dukungan, di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto, Ketua DPRD Jatim Kusnadi, Pangkoarmada II Laksda TNI GP Alit Jaya, dan Wakajati Hari Wibowo.
Kehadiran keluarga M. Jasin dan Moekar, serta veteran penghargaan Seroja Timor Timur, semakin memperkuat nilai historis dan penghargaan dalam acara ini.
Setelah upacara, Jenderal Sigit secara langsung memberikan santunan kepada veteran Polri, keluarga M. Jasin, dan putri dari Moekari (ajudan M. Jasin), sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa-jasa mereka.
Acara kemudian dilanjutkan dengan peresmian patung M. Jasin, sebuah simbol penghormatan abadi bagi pahlawan Polri.
Hari Juang Polri diperingati setiap tanggal 21 Agustus, berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor: Kep/95/I/2024. Peringatan ini merujuk pada peristiwa bersejarah 21 Agustus 1945, pukul 07.00 WIB, di halaman Markas Polisi Istimewa Surabaya.
Kala itu, Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin dengan lantang membacakan Proklamasi Polisi, sebagai ikrar kesetiaan Polisi Istimewa kepada Negara Republik Indonesia yang baru merdeka.
Isi Proklamasi Polisi yang monumental tersebut berbunyi: “Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perdjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945 dengan ini menjatakan Poelisi sebagai Poelisi Repoeblik Indonesia.”
Pasca-ikrar proklamasi, Moehammad Jasin dan anggota Polisi Istimewa tidak berhenti di situ. Mereka segera melaksanakan pawai siaga untuk menunjukkan kekuatan dan kesiapan tempur dalam menghadapi potensi reaksi dari pihak Jepang.
Pamflet berisi Proklamasi Polisi pun ditempelkan di berbagai sudut kota. Langkah heroik selanjutnya adalah pelucutan senjata tentara Jepang dan pembagian senjata tersebut kepada para pejuang. Tindakan ini menjadi modal utama bagi bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan kemerdekaan.
Peristiwa proklamasi di Surabaya ini memiliki dampak luas dan menginspirasi perjuangan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi, Jambi, Palembang, Jakarta, Jawa Barat, dan Yogyakarta. Ikrar Proklamasi Polisi menjadi momentum krusial dalam membangun semangat juang anggota Polri dalam berbagai peristiwa bersejarah lainnya, seperti Hari Pahlawan 10 November 1945, Pertempuran Lima Hari di Semarang (15-19 Oktober 1945), Bandung Lautan Api 23 Maret 1946, dan Hari Penegakan Kedaulatan Nasional 1 Maret 1949.







