Akselerasi SDM Strategis: Polda Jatim Transformasi Gerakan Pramuka Menjadi Motor Ketahanan Pangan

oleh -
oleh

sergapTKP – Surabaya

‎Otoritas kepolisian Jawa Timur melakukan reorientasi pembinaan generasi muda dengan mengintegrasikan kekuatan demografis Pramuka ke dalam sektor produktif nasional.

‎Dalam koordinasi teknis yang berlangsung di Mapolda Jatim pada Kamis (2/4/2026), Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menetapkan arah baru sinergi antara kepolisian dan Kwarda Jatim yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan dan kedaulatan energi.

‎Kebijakan ini merupakan langkah rigid untuk mengonversi potensi 3,3 juta anggota Pramuka aktif di Jawa Timur menjadi tenaga produktif yang mampu menjawab tantangan swasembada nasional melalui pendekatan berbasis teknologi dan manajemen lahan yang terukur.

‎Inti dari kolaborasi strategis ini terletak pada pemanfaatan fasilitas dan sumber daya Polda Jatim sebagai laboratorium edukasi serta implementasi program “Pramuka Produktif”.

‎Salah satu implementasi konkret yang menjadi prioritas adalah gerakan tanam jagung skala masif yang didesain untuk memperkuat cadangan pangan daerah sekaligus membangun mentalitas agropreneur di kalangan remaja.

‎Irjen Pol Nanang Avianto menekankan bahwa keterlibatan Pramuka tidak lagi terbatas pada aspek disiplin baris-berbaris atau bantuan operasional lalu lintas seperti pada Operasi Ketupat Semeru, melainkan telah bergeser ke arah kontribusi nyata dalam rantai pasok pangan dan inovasi energi terbarukan.

‎Untuk mendukung visi tersebut, Kwarda Jatim di bawah pimpinan H. M. Arum Sabil mulai memperkenalkan konsep “Brigade Pangan Nusantara” yang mengadopsi teknologi pertanian modern, termasuk rencana pemanfaatan energi surya untuk sistem pengairan di sektor agrikultur.

‎Sinergi ini memposisikan Polda Jatim sebagai mentor sekaligus fasilitator bagi jutaan anggota kepanduan untuk bertransformasi menjadi pilar stabilitas ekonomi di 38 kabupaten/kota.

‎‎Dengan struktur koordinasi yang ketat dan sasaran yang terukur, inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan model pembangunan pemuda yang tidak hanya unggul secara karakter, tetapi juga memiliki daya tawar tinggi dalam menjaga kedaulatan nasional dari hulu hingga hilir.

No More Posts Available.

No more pages to load.