sergap TKP – SURABAYA
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menggelar operasi dengan sandi terpusat “Zebra Semeru” 2017 selama 14 kedepan terhitung mulai tanggal 1 sampai dengan tanggal 14 November 2017 dalam rangka cipta kondisi menjelang perayaan natal dan tahun baru.
Untuk itu Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Ibnu Isticha menjelakan bahwa pihaknya akan lebih mengedepankan penegakan hukum terhadap pelanggar lalu lintas. “Operasi ini lebih mengedepankan penegakan hukum dengan persentase 80 persen penegakan hukum dan 20 preemtif dan preventif,” ujar Dirlantas usai apel gelar pasukan “Operasi Zebra Semeru 2017” di Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu (1/11/2017).
Dari sisi penegakan hukumnya, dijelaskan oleh Dirlantas akan menyasar kepada para pelanggaran yang berpotensi mengakibatkan (berakibat) kecelakaan lalu lintas (laka lantas) dan pelanggaran yang mengakibatkan laka lantas.
Sementara itu tindakan preemtif dan preventif akan diarahkan kepada calon pengguna lalu lintas seperti siswa kelas IX (Sembilan) SMP sampai X (Sepuluh) SMA dengan harapan kedepannya sudah siap dan matang saat menjadi pengguna jalan.
Ibnu Isticha juga menjelaskan operasi yang melibatkan setidaknya 2.557 orang personel polisi yang terdiri dari unsur Polda Jatim dan Polres jajaran tersebut bukan hanya menyasar kepada pelanggaran berakibat fatal saja melainkan pelanggaran yang dapat mengakibatkan terganggunya lalu lintas.
“Operasi ini bukan hanya menyasar pada pelanggaran yang berakibat fatal, tapi juga pelanggaran yang berakibat terganggunya fungsi jalan seperti halnya larangan parkir dan berhenti. Untuk fatalitas contohnya pelanggaran-pelanggaran lawan arus, menerobos lampu merah, marka jalan dan lainnya,” ujar Ibnu.
Pasalnya menurut mantan Dosen Utama PTIK Lemdikpol tersebut, penindakan hukum terhadap pelanggar lalu lintas ini bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas terutama yang berakibat laka lantas fatal
“Rata-rata dalam satu hari ada lima orang yang meninggal dunia akibat laka di Jatim. Kalau satu bulan dan satu tahun berapa. Ini tidak bisa dihilangkan begitu saja. Menurunkan angka mudah. Pola penegakan hukum, preemtif, preventif ini yang harus berbarengan di seluruh wilayah Polres di Jawa Timur,” ucap perwira dengan tiga melati dipundaknya tersebut.
Untuk diketahui selain melibatkan 2.557 orang personel, turut dikerahkan juga sejumlah fasilitas pendukung seperti 630 unit sepeda motor, 212 unit mobil (R4), 113 unit Laka, 15 unit ambulance, 42 mobil derek dan 95 unit helikopter guna mendukung berlangsungnya operasi rutin tahunan tersebut.






