Tembak Mati Tersangka Teroris, Langkah Densus 88 Antiteror Polri Dinilai Sudah Tepat

oleh -
oleh

sergap TKP – JAKARTA

Terkait tewasnya dr Sunardi (54) terduga teroris yang ditembak mati oleh Tim Densus 88 Antiteror Polri. Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur bin Ali Mahdi Al Hamid menilai langkah yang dilakukan oleh Tim Densus 88 Antiteror Polri telah tepat.

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur bin Ali Mahdi Al Hamid mengaku sepakat dengan apa yang dilakukan Densus 88 dalam memberantas terorisme bagian dari kejahatan luar biasa (extraordinary crime).

“Sunardi ini tidak kepingin tercium mata rantainya. Jadi kalau densus 88 melakukan tindakan, karena memang extraordinary. Jadi saya sepakat dengan apa yang dilakukan oleh Densus, tindakannya, saya sangat sepakat sekali,” tegas Habib Syakur, Sabtu (12/03/2022).

Menurutnya, langkah-langkah Densus 88 sudah tepat apalagi ada perlawanan dari tersangka teroris tersebut.

“Kalau ada perlawanan ya harus dilawan. Densus kalau mengintai sasaran kan tidak sembarangan, jadi sudah diteliti betul. Diamati betul kapan harus ditangkap,” tuturnya.

Habib Syakur pun menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia supaya mendukung perjuangan pergerakan Densus 88 untuk menumpas terorisme dan radikalisme.

Habib Syakur juga menyindir para kelompok radikal yang selalu memberikan pembelaan diri kepada pengikutnya (tersangka teroris). Dengan dasar menyudutkan dari sisi kemanusiaan yang akhirnya disimpulkan Densus itu tidak manusiawi karena mengambil sikap dan tindakan.

“Padahal sangat manusiawi, karena Densus melindungi seluruh dari sekian ratus juta rakyat Indonesia. Dan ini sebetulnya semua yang membuat narasi membusukkan Densus itu kan elemen-elemen dari ormas-ormas radikal yang bermuara ke Majelis Ulama Indonesia (MUI). Karena Majelis Ulama ini kan selalu menyudutkan Densus dan BNPT dengan hal-hal dan dalih yang sangat emosional, mau menangnya sendiri dan seenaknya sendiri. Saya sepakat harus diselesaikan,” tandasnya.

Sementara itu, Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta mengatakan bahwa dirinya juga mendapatkan informasi bahwa terduga teroris tersebut melakukan perlawanan dengan menabrakkan kendaraannya ke petugas dan ke rumah warga. Sehingga petugas melakukan tindakan agar tidak terjadi korban petugas dan masyarakat.

Untuk diketahui, dr Sunardi tewas ditembak Tim Densus 88 Antiteror Polri dalam penyergapan yang dilakukan di Jalan Bekonang-Sukoharjo, Rabu (9/3/2022) malam.

Tim Densus 88 Antiteror Polri melumpuhkan dr Sunardi dengan tembakan karena dinilai melawan saat akan ditangkap dan menabrakkan mobilnya ke mobil petugas maupun kendaraan warga yang melintas.

No More Posts Available.

No more pages to load.