sergap TKP – JAKARTA
Hingga saat ini Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta belum pernah dipimpin oleh gubernur non-muslim yang memimpin berdasarkan pemilihan langsung.
Hal tersebut sesuai dengan dua Gubernur non-muslim yang pernah memimpin ibukota yakni Hendrik Hermanus Joel Ngantung atau yang kerap disapa Henk Ngantung dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Henk merupakan Gubernur DKI ke-7 sekaligus non-muslim pertama yang menjabat sebagi Gubernur DKI. Pria beragama Katolik kelahiran kelahiran Manado, 1 Maret 1921 tersebut ditunjuk langsung oleh Presiden pertama RI, Sukarno pada 26 Agustus 1964 setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI pada 1960–1964.
Namun jabatan tersebut hanya dijalani selama satu tahun setelah pada tahun 1965, tepatnya pada tanggal 15 Juli ia diturunkan oleh lawan politik Soekarno setelah dicap sebagai pengikut Partai Komunis Indonesia (PKI) pasca peristiwa Gerakan 30 September atau lebih dikenal dengan G-30S/PKI.
Sedangkan Ahok merupakan gubernur DKI ke-17 setelah menggantikan Joko Widodo yang terpilih sebagai Presiden RI ke-7 menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono yang telah mendarmabaktikan dirinya sebagi presiden RI ke6 selama dua periode.
Pelantikan Ahok sebagai gubernur DKI sempat diwarnai aksi demonstrasi penolakan oleh Front Pembela Islam (FPI) dan sejumlah anggota DPRD DKI. Bahkan FPI menyebut ada tiga dasar penolakan mereka yakni :
- Basuki tidak beragama Islam;
- Perilaku Basuki dianggap arogan, kasar, dan tidak bermoral;
- Penolakan umat Islam Jakarta terhadap kepemimpinan Ahok.
Namun, penolakan tersebut tidak mengalangi terlaksananya rapat paripurna istimewa DPRD tentang pengumuman Basuki sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 14 November 2014 yang pada akhirnya dilantik secara resmi oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada 19 November 2014.







