sergap TKP – SURABAYA
Setahun yang lalu tepatnya pada 14 Mei 2019 atau sehari setelah teror bom di tiga gereja di Surabaya, Mapolretabes Surabaya sempat menjadi sasaran aksi teror ledakan bom bunuh diri.
Dalam aksi tersebut empat orang bomber tewas dan seorang anaknya diselamatkan oleh Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton yang kala itu menjabat sebagai Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya.
Sementara di lain pihak sejumlah warga dan anggota yang berjaga di titik lokasi kejadian turut menjadi korban luka, dimana salah satunya adalah Ipda Akhmad anggota Polsek Gubeng yang menjadi korban ledakan saat berjaga di gerbang Mapolrestabes tersebut.
Saat dikunjungi Kapolrestabes Surabaya, Konbes Pol Sandi Nugroho yang didampingi Wakapolrestabes AKBP Leonardus Simarmata dan para Ibu Bhayangkari, Ipda Akhmad kini kondisinya masih belum pulih total.
“Pak Akhmad ini kondisi kesehatan sudah mulai membaik. Namun kondisi kedua matanya mengalami kebutaan permanen dan juga kakinya belum pulih untuk penyembuhan tulang dan sarafnya,” ungkap Kapolrestabes Surabaya di kediaman Ipda Akhmad, Jalan Medokan Semampir AWS Gang 3 Surabaya, Rabu (15/5/2019).
Kombes Sandi juga menambahkan saat ini kondisi Ipda Akhmad belum pulih total tersebut belum memungkinkan yang bersangkutan untuk kembali berdinas. Namun demikian, Kapolrestabes tetap memberikan dukungan agar Ipda Akhmad bisa tetap sehat.
Bahkan mantan Kapolrestabes Medan tersebut menyempatkan diri berdialog dengan korban, istri korban, dan anak korban. Dan untuk mendukung pemulihan Ipda Akhmad, Kombes Sandi berserta istri juga menyerahkan tali asih kepada korban dan keluarganya.
Dukungan tersebut juga ditunjukan dengan pemberian beasiswa untuk putri Akhmad yang masih berusia 13 tahun dan duduk di bangku kelas 1 SMP tersebut. “Nanti untuk putrinya akan kami upayakan bea siswa untuk meringankan beban keluarga. Nanti akan diurus Pak Wakapolrestabes,” ucap Sandi.
Tidak hanya itu, perwira polisi dengan tiga melati dipundaknya itu juga menawarkan putri Ipda Akhmad untuk bisa masuk Polwan. “Kalau putrinya mau masuk Polwan nanti kita bantu. Walaupun mata minus nanti bisa dilasik,” ujarnya.
Tawaran tersebut pun direspon haru oleh Ipda Akhmad dengan ucapan terima kasih. “Terima kasih Bapak atas bantuannya. Anak saya ini harapan saya. Penerus saya,” ungkap Akhmad.








