sergap TKP – SURABAYA
Guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Surabaya terus berupaya melakukan berbagai upaya baik secara preemtif, preventif, dan represif.
Untuk itu kali ini dengan target yang sama, yakni menekan angka laka lantas di Kota Surabaya. Satlantas Polrestabes Surabaya membagikan helm SNI (Standar Nasional Indonesia) kepada pengendara roda dua di Traffic Light (TL) Monumen Polisi Istimewa di Jl Raya Darmo.
Pemberian helm gratis ini dijelaskan oleh Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Eva Guna Pandia sebagai wujud dari pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2019. Dimana pada operasi ini pihaknya akan mengedepankan upaya preemtif dan preventif.
“Sebanyak 200 helm SNI kita bagikan kepada pengendara roda dua yang memang helm nya tidak layak pakai. Dan titiknya berpindah-pindah, tidak hanya di depan Monumen Polisi Istimewa saja,” kata AKBP Eva Guna Pandia, Kamis (2/4/2019).
Kendati mengedepankan upaya preemtif dan preventif, pihaknya kali ini juga tidak akan segan melakukan tindakan represif terhadap pengguna jalan yang benar-benar melanggar lalu lintas dan rawan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.
Lebih lanjut, Kasatlantas menjelaskan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Satlantas Polrestabes Surabaya kepada masyarakat Kota Surabaya yang sudah tertib dalam berlalu lintas.
Untuk itu, Pandia juga mengajak adik-adik dari duta lalu lintas, baik putra dan putri untuk melakukan sosialisasi kepada pengedara roda dua. Tak hanya sosialisasi, duta lalu lintas ini juga berperan melakukan pengecekkan dan memantau. Kalau ada masyarakat yang tertib, kita beri reward.
“Tetapi kalau ada masyarakat atau pengguna jalan yang helmnya kurang layak, langsung kita ganti dengan helm SNI,” jelas perwira polisi dengan dua melati dipundaknya tersebut.
Ia pun berharap dengan adanya pembagian helm gratis ini para penguna jalan bisa semakin tertib berlalu lintas khususnya menjaga keselamatan sendiri dan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Sebab menurutnya saat ini Surabaya merupakan kota metropolis sehingga jumlah kendaraan bermotor setiap bulannya berada pada kisaran 12-14 ribu unit kendaraan roda dua dan roda empat. Hal tersebut belum dia tambah lagi masyarakat dari Gresik, Sidoarjo dan Mojokerto yang bekerja di Surabaya.
Namun demikian pihaknya tetap optimis dan mengerahkan semua yang terbaik. “Tetapi kita selalu all out untuk melakukan sosialisi tata tertib lalu lintas, dan juga pengaturan jalan dari kemacetan lalu lintas,” imbuhnya.
Ia juga menjelaskan ada banyak faktor penyebab kecelakaan lalu lintas. Dimana salah satunya adalah faktor human error. Seperti salah satunya terburu-buru mengendarai kendaraan bermotor saat berangkat kerja.
“Kita juga mengimbau bagi masyarakat yang capek dan kelelahan, atau kondisinya kurang fit supaya tidak mengemudi kendaraan roda dua dan roda empat. Karena hal itu membahayakan diri sendiri dan pengguna lain,” pungkasnya.






