sergap TKP – SEMARANG
Polda Jawa Tengah bersama dengan Kodam IV/Diponegoro dan Jajaran melaksanakan kegiatan bakti sosial serentak dengan membagikan ratusan paket sembako dan masker. Rabu(15/4/20).
Adapun sasaran kegiatan bakti sosial secara serentak itu yakni, para pengemudi ojek online dan penarik becak yang terdampak pandemi covid-19 di Wilayah Polsek Gayamsari , Balai RW 6 Kel. Pandean Lamper dan RW 03 Kel. Sawah Besar, Kota Semarang.
Pemberian bantuan tersebut dilaksanakan di 1.156 titik seluruh Jawa Tengah,diantaranya 716 warga miskin di sekitar Mako Polri,151 titik pengemudi ojek On Line,112 titik Ojek Pangkalan,102 pangkalan becak dan 75 warga pengangguran karena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Kapolda Jateng, Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel mengatakan, Dalam kegiatan bakti sosial ini jumlah semua warga penerima baksos atau pembagian sembako total 9.139 orang dan masker untuk pengemudi ojel On Line dan Ojek Pangkalan maupun penarik Becak.
“Bantuan ini didapatkan dari sumbangan seluruh anggota Polda Jateng yang terkumpul dana hingga Rp1,5 miliar lebih dan disalurkan ke sejumlah wilayah di provinsi ini secara bertahap.” Kata Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel.
Selain pengemudi ojek online dan penarik becak, bantuan juga diberikan kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah, termasuk pekerja yang dirumahkan.
“Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian sosial Aparat Kepolisian dan TNI terhadap rakyatnya, di tengah pandemi Corona.Semoga ini bisa meringankan beban mereka yang selama ini mengalami penurunan tingkat ekonomi. Dengan bantuan ini setidaknya roda perekonomian mereka dapat terus berputar,” ujar Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel.
Sementara itu Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Muhammad Effendi mengatakan, bantuan yang disumbangkan jajaran TNI/Polri kepada masyarakat itu, karena bhakti kepada negeri akibat pandemi virus Korona. Sebab, banyak kelompok masyarakat yang terdampak karena penyebaran dan penularan COVID-19.
“Kami hanya ingin berbagi, bukan kami punya banyak. Tapi, kami ingin berbagi, dan tentunya apa yang kami berikan ini mungkin tidak bisa memenuhi yang diinginkan masyarakat.” tutur Mayjen TNI Muhammad Effendi.








