sergap TKP – MADIUN
Kapolda Jawa timur Irjen Pol Dr. M. Fadil Imran bersama Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iryansyah, dan didampingi Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim mengunjungi Industri Tangguh yang ada di Kabupaten Madiun.
Salah satu Industri Tangguh yang dikunjungi Kapolda dan Pangdam adalah PT. Digjaya Mulia Abadi selaku Mitra Produksi Sigaret Jalan raya Tiron, Desa Tiron, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun Jawa Timur.
Kapolda sendiri menyebut pabrik rokok menjadi perhatian khusus pihaknya, sebab ia berharap pabrik rokok ini tidak menjadi klaster baru, karena setiap karyawan disini tidak ada jarak saat bekerja dan karyawan jaraknya sangat dekat.
“Setiap Industri Tangguh di Jawa Timur, harus bisa menerapkan Physical Distancing dan Social Distancing atau jaga jarak untuk setiap karyawan, seperti di PT. Digjaya Mulia Abadi selaku Mitra Produksi Sigaret agar tidak ada klaster baru disaat pandemi Covid19,” kata Kapolda Jatim, Selasa (16/6).
Ia juga meminta pabrik rokok untuk bisa memperkerjakan separuh atau 50 persen dari total keseluruhan karyawan. Hal ini juga harus tetap menjalankan protokol kesehatan yang telah disosialisasikan.
Sementara itu jelang transisi menuju new normal, Pangdam menyebut era baru ditengah pandemi corona ini tidaklah mudah, sebab budaya memakai masker dan jaga jarak bukan merupakan sesuatu yang biasa.
Untuk itu lingkungan di area pabrik, juga harus disiapkan tempat cuci tangan sesuai dengan protokol kesehatan. Namun menirutnya tempat cuci tangan di PT. Digjaya Mulia Abadi masih belum sebanding dengan jumlah karyawan yang hampir 800 orang.
“Sementara untuk Rapid tes kepada karyawan dirasa sudah cukup bagus, namun Rapid tes belum menjadi jaminan bahwa orang tersebut sehat dan perlu dilakukan test swab bagi setiap karyawan,” pungkasnya.






