KPK Perpanjang Penahanan Edhy Prabowo

oleh -

sergap TKP – JAKARTA

Terkait kasus suap perizinan ekspor benih lobster atau benur, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memperpanjang masa penahanan para tersangka, termasuk mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan, Ali Fikri mengatakan, perpanjangan penahanan terhadap para tersangka itu akan dilakukan selama 30 hari ke depan.

“Tim penyidik KPK kembali melanjutkan penahanan tersangka EP (Edhy Prabowo), SAF (Safri), SWD (Siswadi), dan AF (Ainul Faqih) masing-masing selama 30 hari ke depan,” kata Ali Fikri kepada wartawan, Senin (22/2/2021).

Menurut Ali , perpanjangan penahanan tersebut, berlaku terhitung sejak tanggal 23 Februari 2021 sampai 24 Maret 2021. Perpanjangan penahanan ini dilakukan untuk memaksimalkan pemberkasan perkara dari para tersangka.

“Mereka ditahan di Rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih KPK, Jakarta,” ujarnya.

Untuk diketahui, Terkait kasus dugaan suap itu, Tim penyidik KPK menjerat Edhy Prabowo dan enam tersangka lainnya.

Mereka adalah Safri (SAF) selaku Stafsus Menteri KKP, Siswadi (SWD) selaku Pengurus PT Aero Citra Kargo, Ainul Faqih (AF) selaku Staf istri Menteri KKP.

Kemudian Andreau Misanta Pribadi (AMP) selaku Stafsus Menteri KKP, Amiril Mukminin (AM) selaku sespri menteri, dan Suharjito (SJT) selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP).

Dalam kasus ini, KPK menemukan adanya dugaan bahwa Edhy memakai uang izin ekspor benih lobster untuk kebutuhan pribadinya. Salah satu yang diungkap KPK, untuk membeli beberapa unit mobil dan penyewaan apartemen untuk sejumlah pihak.