Kasus Obat Covid-19, Polres Metro Jakarta Barat Lakukan Criminal Justice System

oleh -

sergap TKP – JAKARTA

Sebagai tindak lanjut penanganan kasus obat Covid-19 yang diduga ditimbun serta menaikkan harga eceran tertinggi oleh PT ASA di gudang Kalideres, Jakarta Barat. Polres Metro Jakarta Barat saat ini tengah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Rabu (14/7/2021).

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan, Saat ini, pihak kepolisian tengah berkoordinasi dengan lembaga penegak hukum lainnya dalam rangka Criminal Justice System (CJS).

“Kita sedang koordinasi dengan Criminal Justice System (kepolisan, kejaksaan dan pengadilan, red),” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo.

Kapolres menjelaskan, pihaknya melalui Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono bersama Kanit Kriminal Khusus AKP Fahmi Fiandri sedang melakukan koordinasi bersama pihak terkait.

Koordinasi dengan para penegak hukum dilakukan untuk mengungkap suatu kebenaran materil atas kejadian atau perkara pidana. Sehingga nantinya, obat covid-19 yang ditimbun dapat segera didistribusikan ke masyarakat yang sedang membutuhkan.

Sementara itu, penegakan hukum tetap berlanjut dimana hasil koordinasi akan dilakukan Acara Pemeriksaan Singkat (APS).

“Selain menentukan langkah selanjutnya tujuan lainnya agar distribusi obat Covid-19 tersebut bisa berjalan lancar kepada masyarakat ,” jelasnya.

Kapolres menambahkan, “Penegakan hukum yang dilakukan jangan sampai mengganggu pendistribusian obat-obatan tersebut. Sehingga koordinasi dengan Criminal Justice System harus dilakukan di masa darurat ini untuk mengakomodir antara urgensi kebutuhan obat-obatan dan kepentingan penegakan hukum,” tutur Kombes Pol Ady Wibowo.

Diberitakan sebelumnya, polisi tengah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi. Antara lain, pelanggan yang pernah memesan obat di perusahaan itu dan saksi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan salah satu ahli dari Badan Penelitian Obat dan Makanan (BPOM).

“Kemudian kami juga akan berkoordinasi dengan cepat dengan Satgas Covid-19 mengingat jenis obat ini sangat urgent dan dibutuhkan oleh masyarakat ,” imbuh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Joko Dwi Harsono.

Sebelumnya pada Senin (12/7/2021), pihaknya sudah memeriksa beberapa orang saksi dari PT. ASA yakni YP (58) sebagai Direktur, MA (32) sebagai Apoteker, dan E (47) tahun, sebagai Kepala Gudang. Meski begitu, namun, hingga kini belum ada satu orang pun yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Kita masih mengumpulkan beberapa keterangan dan informasi dari saksi, nanti kita sampaikan selanjutnya,” pungkasnya.