Petugas Gabung BNN Gagalkan Upaya Penyelundupan Narkoba Jaringan Thailand dan Aceh

oleh -

sergap TKP – JAKARTA

Petugas gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggagalkan dua upaya penyelundupan Narkoba sindikat jaringan internasional atau sindikat Narkoba jaringan Thailand dan Aceh.

Dari pengungkapan kasus tersebut, petugas mengamankan barang bukti narkoba sebanyak 324.362,5 gram atau 324,3 kilogram sabu.

Kabag Humas BNN Sulistyo Pudjo menjelaskan pengungkapan kasus tindak pidana narkoba pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan RI ini membuktikan kemerdekaan yang saat ini dirasakan oleh bangsa Indonesia harus terus diperjuangkan.

“Ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba nyata adanya. Dampak yang ditimbulkan dari penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba ini dapat merusak generasi muda Tanah Air,” kata Sulistyo Pudjo di Jakarta, Kamis (19/8/2021).

“Selain itu, narkoba juga menyebabkan lost generation dan hancurnya sendi-sendi kehidupan berbangsa serta bernegara,” ujarnya.

Pengungkapan kasus ini bermula dari pengembangan  penyelidikan terhadap seorang pria warga Aceh berinisial SY (36) saat berlayar dari perairan Thailand menuju Aceh Timur dengan menggunakan speedboat pada hari Kamis (12/8/2021)

“Pelaku SY akhirnya diringkus oleh petugas BNN di sebuah bengkel kapal yang berada di Desa Kampung Jalang Kecamatan Idi Rayeuk, ” terang Sulistyo.

Dari tangan tersangka, petugas gabungan menyita barang bukti berupa 100 bungkus teh Cina warna hijau yang dibagi kedalam 4 (empat) karung dengan berat total mencapai 105,5 kilogram.

Berdasarkan pengakuan tersangka SY, Tersangka mengaku diperintahkan oleh JP alias JY yang kemudian memerintahkan SY bertemu dengannya di tengah laut untuk mengambil sabu.

“Adapun sabu yang diambil, sesuai perintah JP alias JY, di bawa ke gudang untuk dibantu oleh R dan F untuk membongkar muat. R, F dan JP alias JY masih dalam Pencarian (DPO),” imbuhnya.

Sementara itu, dari Operasi Laut Interdiksi Terpadu terhadap jaringan sindikat narkotika berinisial T alias CM.  Petugas kembali mengamankan 5 (lima) orang tersangka, masing-masing berinisial B alias Y (39), T alias CM (52), ES alias E (26), AN alias WY (44), dan Ay alias R (52).

Anggota BNN pertama kali membekuk AY alias R dan B alias Y yang diduga sebagai penjaga gudang berisi 198 bungkus sabu dengan berat total mencapai 218,8 kilogram.

Keduanya dibekuk di wilayah Pulau Beureh, Banda Aceh, usai mengendarai speedboat untuk mengambil shabu di kawasan Wisata Kuliner, pada Jumat (13/8/2021).

“Dari penangkapan ini, petugas selanjutnya mengamankan T alias CM di jalan raya Medan-Banda Aceh. Ia diketahui adalah pengendali dari penyelundupan dan peredaran narkotika ini,” tutur Sulistyo.

Besoknya Sabtu (14/8/2021) pagi, petugas mengamankan tersangka lainnya, yaitu Es alias E, dan AN alias WY di tempat terpisah.

Atas perbuatannya, Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Narkotika No. 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.