Kurun Waktu Kurang Lebih 36 Jam, Polda DIY Amankan Pelaku Penusukan Dua Mahasiswa

oleh -

sergap TKP – YOGYAKARTA

Polda DIY akhirnya berhasil mengamankan pelaku penusukan dua mahasiswa yang terjadi di Seturan, Depok, Sleman.

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto, S.I.K., M.Sc., saat konferensi pers bersama Dirreskrimum Kombes Pol H Ade Ary Syam Indradi, S.H., S.I.K., M.H. di Mapolda, Selasa 10 Mei 2022.

Pada keterangannya, Kabid Humas Polda DIY Kombes menjelaskan bahwa pelaku yang diketahui berinisial YF (25) berhasil diamankan pada hari Senin (09/05/2022) sekira pukul 15.00 WIB di Babarsari dan kemudian dibawa ke Polda DIY untuk dilakukan pemeriksaan.

“Dalam kurun waktu kurang lebih 36 jam, tim gabungan berhasil mengamankan pelaku,” kata Kombes Pol Yuliyanto, S.I.K., M.Sc.

Sementara itu Dirreskrimum Kombes Pol H Ade Ary Syam Indradi, S.H., S.I.K., M.H menjelaskan kronologi kejadian bermula saat dua kelompok saling berpapasan di simpang empat Jalan Selokan Mataram, Seturan Minggu 8 Mei 2022 dini hari.

“Kelompok korban ini bersepeda motor dari arah barat dan kelompok pelaku bersepeda motor dari selatan. Kemudian terjadi perselisihan karena tidak ingin mengalah memberi jalan,” jelasnya.

Perselisihan itu kemudian terjadi saling menuduh, memaki, dan melempar benda. YF kemudian menantang kelompok korban mendekat dirinya dan dipenuhi.

“YF, pelaku, menusuk dengan pisau yang mengakibatkan korban inisial DS luka empat bagian punggung dan dada kiri,sedangkan korban inisial TIP luka tiga bagian di dada dan pinggul,” ujarnya.

Nahas, DS tewas dalam perjalanan ke Rumah Sakit, adapun TIP sempat ditangani oleh medis sesaat di RS, namun jiwanya tidak tertolong.

Dari olah TKP dan pengumpulan keterangan dari saksi, petunjuk mengarah kepada YF.

“Petugas melakukan olah TKP pada pagi harinya, kami juga memeriksa empat saksi dan kamera CCTV di sekitar lokasi, dari petunjuk itu kemudian pengejaran tertuju ke pelaku YF,” ucapnya.

Pelaku dijerat dengan pasal berlapis. Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun pidana, subsider pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan hingga meninggal dunia yang ancamannya 7 tahun pidana.

Kabid Humas juga menegaskan bahwa proses pemeriksaan ini masih berjalan. “Tidak tertutup kemungkinan, jumlah tersangka bisa bertambah,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Humas dan Dirreskrimum juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu menghubungi polisi melalui 110 jika menyaksikan gangguan Kamtibmas.