Massa KPK Nahdlatul Ulama Tuntut KPK Periksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid

oleh -
oleh

sergap TKP – JAKARTA

Sejumlah massa yang mengatasnamakan kader dan elemen KPK Nahdlatul Ulama (NU) menggelar aksi di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Jumat, (25/9/2026).

Dalam aksinya, Massa juga menyoroti dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) lahan PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor yang tengah disidik KPK, serta mengaitkannya dengan nama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

Selain itu, Massa juga mengaitkan nama Menteri ATR/BPN Nusron Wahiddengan perkara dugaan politik uang dalam proses Muktamar ke-35 NU.

Koordinator KPK NU Muhammad Sholihin mengklaim telah menyerahkan sejumlah data, foto, dan dokumen kepada KPK.

Sholihin menyebut pihaknya menerima informasi mengenai dugaan aliran dana dalam proses pemilihan tersebut.

“Ya, ada bukti data-data, foto, dan salah satu dokumen dari panitia lokal di Muktamar yang mengetahui semua itu ada proses money politic,” kata Sholihin.

Selain nama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid,  Ia juga menyebut nama Saifullah Yusuf dan Juri Ardiantoro dalam tudingan yang disampaikannya.

“Dari tiga orang itu, tim tiga orang itu. Nusron Wahid, fotonya sudah saya kirimkan, ada Saefullah Yusuf, dan ada Juri Ardiantoro, ada di situ,” ujar Sholihin.

Dalam tuntutannya, Massa meminta agar proses dan keputusan Ahwa yang menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU masa khidmat 2026-2031 ditinjau apabila dugaan politik uang tersebut terbukti.

Massa menyerukan agar jajaran pengurus yang dinilai terlibat dalam persoalan tersebut mempertimbangkan pengunduran diri demi menjaga kehormatan organisasi.

Mereka juga meminta Presiden RI mengambil sikap tegas terhadap dugaan korupsi dan politik uang yang dinilai dapat merusak tatanan kehidupan kebangsaan dan keagamaan.

No More Posts Available.

No more pages to load.