OTT Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Nganjuk, Polda jatim Sita Rp317 Juta

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Petugas Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) dan Intelijen Keamanan (Intelkam) Polda Jatim melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Kepala Bidang (Kabid) Hortikultura Dinas Pertanian Nganjuk berinisial TP dengan barang bukti uang tunai senilai Rp 317 juta.

Hal tersebut juga diutarakan langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Machud Arifin. “Ada yang Rp 317 juta yang diamankan dalam OTT di Nganjuk. Sementara ada satu tersangka yakni Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Ngajuk,” ujar Jenderal dengan dua bintang dipundaknya tersebut, Senin (2/10/2017).

OTT yang dilakukan petugas di Warung Zamzam, Jl. Raya Kediri-Nganjuk, Jumat (29/9/2017) tersebut berkaitan dengan proyek pengadaan benih pokok dan sebar bawang merah di Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk 2017 dengan total nilai proyek sebesar Rp 6.088.062.500.

Dari total nilai proyek tersebut yang bersangkutan meminta fee atau imbalan sebesar Rp 450 juta. “Tersangka meminta fee 7,5 persen dari nilai proyek. Ini yang kami sedang kembangkan terus,” ujar Kapolda Jatim.

Pengembangan ini juga temasuk kemungkinan adanya keterlibatan tersangka lain dalam kasus ini.”Kalau ada mengarah ke tersangka lain, kita proses. Termasuk bisa saja pimpinannya,” ucap orang nomor satu di Polda Jatim ini.

Dalam kasus ini petugas juga mengamankan dua tersangka lain yang masing-masing yakni oknum karyawan Bank Jatim berinisial AM dan oknum karyawan UD. Puspo Agro Sejati berinisial BS.

Selain itu diluar barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 317 juta, petugas juga menyita barang bukti lain seperti tiga unit telepon genggam dan dokumen kontrak pengadaan benih pokok dan sebar bawang merah.

Untuk diketahui, pengadaan benih pokok dan sebar bawang merah dengan kode lelang 1428152 diadakan pada bulan agustus 2017 oleh Pemkab Nganjuk menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2017. Pagu yang disediakan sebesar Rp7 miliar yang dimenangkan oleh UD. Puspo Agro Sejati dengan harga terkoreksi senilai Rp 6,1 miliar dan mengalahkan 37 peserta lainnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut tersangka TP terancam dipersangkakan melanggar Pasal 11 dan atau Pasal 12 huruf e UU RI no 31 Tahun 1999 yang diubah UU RI no 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).