Polisi Grebek Home Industry Jamu Ilegal

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Kepolisian Daerah Jawa Timur melalui aparat
Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Timur menggerebek rumah yang dijadikan lokasi home industry jamu kuat ilegal di Babatan Pilang, Surabaya, Senin (24/2/2020).

Dirresnarkoba Polda Jatim, Kombes Pol Cornelis M Simanjuntak menjelaskan dalam penggerebekan tersebut petugas turut meringkus seorang pria bernisial C usai pihak Ditresnarkoba menerima informasi terkait gudang serta rumah produksi jamu ilegal.

“Setelah ditelusuri, ternyata benar informasi tersebut. Dari hasil interogasi, tersangka C sudah produksi dua tahun,” ujar Kombes Pol Cornelis Simanjuntak.

Dalam aksinya tersebut pelaku bermodal pengalaman usai sempat menjadi peracik jamu di Jawa Tengah. Bahan baku utamanya sendiri berupa tepung herbal dan sildenefil yang berfungsi menambah stamina saat berhubungan seks.

Kendati demikian, produksi jamu tersebut nyatanya tidak berizin alias ilegal dan dosisnya sendiri harus sesuai resep dokter. “Sildenefil diperoleh tersangka dari Jakarta, masih kita dalami. Kalau sildenefil diperbolehkan resep dokter, hanya untuk lemah syahwat,” imbuhnya.

Dalam kasus ini pelaku tidak sendiri, ia dibantu dua karyawannya. “Dalam satu bulan tersangka bisa meraup omset Rp10-15 juta. Tiap kardus berisi 30 kotak jamu kuat seharga Rp 3 juta dengan label sendiri. Mereka buat merek sendiri, seperti Gatot Kaca, King Cobra dan Cleopatra,” jelasnya.

Selain mengamankan seorang tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti seperti 60 kardus jamu kuat siap edar dan bahan baku sisa seberat 5 kg berikut alat produksinya.

Tersangka dijerat pasal 196 dan 197 UU 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Terancam 15 tahun penjara atau denda Rp1,5 miliar. “Karena tersangka tidak miliki izin produksi dan edar. Serta memakai bahan bahan berbahaya,” pungkasnya.