Ungkap Kasus Penggelapan Mobil, Polrestabes Surabaya Tangkap 4 Pelaku Dan Amankan 23 Mobil

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Aparat Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap dan menangkap 4 (empat) orang sindikat pelaku tindak pidana penggelapan mobil.

Keempat tersangka pelaku yang diamankan tersebut, yakni JUN (35) warga Gresik, FND (41) warga Sidoarjo, NSR (50) warga Rungkut Surabaya dan IWN (39) warga Surabaya.

“Tersangkanya lima orang, empat berhasil ditangkap dan satu tersangka yakni ISM alias PUTRI (30) masuk daftar pencarian orang (DPO),” kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho., S.I.K., S.H. M.Hum saat konferensi pers di Mapolrestabes Surabaya. Jumat (28/2/2020).

Kapolrestabes menerangkan, pengungkapan kasus ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/B/146/II/Res.1,11/2020/Jatim/Restabes Sby, tanggal 12 Pebruari 2020, Laporan Polisi Nomor : LP/B/161/II/Res.1,11/2020/Jatim/Restabes Sby, tanggal 15 Pebruari 2020, dan Laporan Polisi Nomor : LP/B/146/II/Res.1,177/2020/Jatim/Restabes Sby, tanggal 12 Pebruari 2020.

Sedangkan untuk modus operandi pelaku, Tersangka menyewa mingguan maupun Bulanan dengan sewa perhari antara Rp. 250.000 s/d Rp 350.00, namun setelah menerima unit mobil langsung digadaikan.

Tersangka JUN dan Tersangka ISM (DPO) menawarkan kepada korban dengan modus rental fiktif, dimana setelah menerima unit mobil langsung digadaikan kepada NSR dan IWN melalui perantara FND dengan harga sekitar Rp 25 juta s/d Rp 50 juta, yang kemudian sebagian unit lagi digadaikan kembali di wilayah sekitar Surabaya dan daerah Madura.

“Hasil penggelapan mobil tersebut, Penadah tersangka NSR dan tersangka IWN mendapat keuntungan 10% s/d 20 % dari setiap unit mobil yang digadaikan kembali,” terang Kombes Pol Sandi Nugroho.

Selain mengamankan keempat pelaku dan menetapkan seorang sebagai DPO, polisi juga mengamankan barang bukti diantaranya, 1 Unit Pick Up Daihatsu Grand Max, 4 Unit Daihatsu Sigra, 9 Unit Toyota Avanza, 1 Unit Suzuki Ertiga, 1 Unit Nissan Grand Livina, 4 Unit Daihatsu Xenia, 1 Unit Grand Max, 1 Unit Toyota Calya dan 1 Unit Suzuki Splassh.

“Total barang bukti mobil yang kita amankan, ada sebanyak 23 mobil,” ujar Kombes Pol Sandi Nugroho.

Akibat perbuatannya, para tersangka disangkakan Pasal 372 KUHP Jo. Pasal 55 ayat 1 (e) KUHP dan atau Pasal 56 KUHP Jo. Pasal 480 KUHP tentang tindak pidana penggelapan dan turut serta atau turut membantu tindak pidana penggelapan dan penadahan atau menerima barang hasil kejahatan.

“Ancaman hukumannya minimal 4 tahun penjara,” tegas Kombes Pol Sandi Nugroho.