Penerapan protokol kesehatan dalam Pesta Demokrasi ini sangat perlu dan cukup tinggi urgensinya. Sebab jangan sampai muncul klaster baru atau klaster pilkada.
“Ini kita wajibkan dalam rangka agar penyelenggaran kami yang ditingkat TPS itu juga di jamin tidak menularkan atau menjadi bagian penularan virus Covid-19,” imbuhnya.
Pihak KPU Surabaya sendiri hari telah melantik 46.000 lebih petugas KPPS. Pihak KPU juga telah merapid test para petugas KPPS selepas pelantikan. Dalam Pilkada kali ini pihaknya menargetkan angka partisispasi pemilih bisa mencapai 77.5 persen lebih.
Sementara itu Bambang Nurhadi, Ketua RW VIII Rungkut Mapan Barat mengungkapkan simulasi ini berasal dari seluruh warga yang kemudian diusulkan ke Ketua RW. Targetnya sendiri mencapai target sesuai tahun lalu yakni 85 persen dari Daftar Pemilihan Tetap (DPT).
“Kita menginginkan tetap 85 persen seperti tahun lalu, warga sangat antusias dengan program ini supaya bisa menyukseskan program pemerintah di Pemilu 2020,” ujar Bambang Nurhadi.
Bambang juga mengatakan bahwa Pemilu 2020 ini memiliki aturan baru dimana ada sejumlah peraturan atau protokol yang berbeda dengan pemilu sebelumnya. Hal ini menyangkut 12 aturan tambahan terkait Protokoler terhadap Covid-19.
“Yang kita lakukan itu tidak gampang. Oleh karena itu kita melakukan program ini yang sudah disampaikan oleh Ibu camat dan dari wakil KPU tadi,” pungkasnya.








