Penyuluhan Home Industri Diharapkan Bisa Dongkrak Perekonomian di Perbatasan Indonesia-Papua Nugini

oleh -

sergap TKP – KEEROM

Satgas Pamtas Yonif Mekanis 512/QY terus mensosialasikan adanya pengolahan hasil perkebunan pada masyarakat yang ada diperbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Banyaknya hasil perkebunan yang dihasilkan oleh warga, seakan menggugah inisiatif Satgas untuk memberikan pelatihan tata cara pengolahan hasil perkebunan untuk selanjutnya dijual di pasaran.

Penyuluhan itu, kali ini dilakukan oleh Satgas di Kampung Naramben, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Papua. Selasa, 07 September 2021.

Sosialiasi itu, menyasar para petani bawang merah.

“Dengan harapan, adanya penyuluhan itu bisa dijadikan motivasi warga. Sosialiasi ini juga mendukung peran Pemerintah Daerah dalam upaya meningkatkan SDM dan perekonomian,” ujar Dansatgas, Letkol Inf Taufik Hidayat.

Berbekal ilmu yang cukup, dengan cara yang tepat, kata Taufik, diyakini bisa menjadi suatu tambahan wawasan bagi masyarakat untuk memperjualbelikan hasil kebun yang mereka olah.

“Sebab, selama ini masyarakat kebingungan hasil kebun yang dikelolanya itu mau dipasarkan kemana,” ungkapnya.