sergap TKP – AMBON
Kegiatan kunjungan ke Markas Direktorat Polairud Polda Maluku itu dalam rangka untuk
mengecek secara langsung kesiapan personil dan peralatan Polairud, dalam rangka mendukung pemulihan pasca konflik di Pulau Haruku, dan kesiapan operasi SAR maupun operasi kemanusiaan lainnya.Pada kunjungannya, Kapolda juga didampingi Karo Ops, Direktur Binmas dan Kabid Humas Polda Maluku.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada Ditpolairud Polda Maluku yang telah melaksanakan tupoksinya, baik itu kegiatan-kegiatan pemeliharaan Kamtibmas, penegakan hukum, kegiatan lain seperti penyaluran bantuan bencana alam, SAR dan penyaluran bantuan sosial khususnya kepada masyarakat-masyarakat yang membutuhkan, semuanya dilaksanakan dengan baik,” kata Kapolda Maluku Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, SH.,M.Hum saat memimpin apel.
Menurut Kapolda, Polairud sebagai salah satu pengemban fungsi operasional harus diawaki oleh personil-personil yang profesional dibidangnya. Polairud harus bangga bahwa saat ini didukung oleh peralatan-peralatan yang cukup moderen bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Jaga kepercayaan masyarakat, simpati masyarakat, tumbuhkan rasa nasionalisme, hilangkan ego sektoral diantara fungsi kita sendiri, dan lebih utama adalah di internal Polair sendiri,” pintanya.
Kapolda menekankan, setelah memilih polisi sebagai profesi, maka secara otomatis adalah Kepolisian Negera Repoblik Indonesia. Olehnya itu, ego-ego sektoral, ataupun kesukuan harus ditanggalkan.
“Kita adalah bagian dari kepolisian negara Republik Indonesia yang mengemban konsep nasionalisme dalam melaksanakan tugas kita sehari-hari, jaga kekompakan, jaga soliditas,” tegasnya.
Di tengah penularan covid-19 yang kembali meningkat, mantan Kapolda Nusa Tenggara Timur ini meminta setiap personil untuk tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes).
Untuk diketahui, usai memimpin apel pagi di Mako Polairud Polda Maluku, Kapolda meninjau sarana apung berupa Kapal Polisi Beo dan sejumlah kapal lainnya yang di-BKO-kan di Maluku.







