sergap TKP – Surabaya
Dalam Program KKN-T MBKM Universitas UPN Jatim, kelompok 84 KKN-T MBKM berupaya melakukan pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat kota. dengan memberikan solusi dengan progam kerja yang berjudul INVOPER.
INVOPER merupakan pengetahuan seputar pertanian yang dimaksud dengan dilakukannya pengajaran terkait pemanfaatan bahan bahan tertentu yang sudah tidak terpakai khususnya di wilayah Kelurahan Penjaringansari, kemudian bahan-bahan tertentu yang tidak terpakai tersebut dilebur menjadi olahan pupuk cair Eco Enzym.
Adanya pengajaran pembuatan pupuk cair Eco Enzym bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam mempermudah proses penanaman khususnya penanaman toga. Eco Enzym sendiri berguna untuk menyuburkan tanah serta tanaman, menghilangkan hama, dan meningkatkan kualitas dan rasa buah dan sayuran yang ditanam sehingga hasil panen yang diperoleh dapat maksimal.Selain itu, program ini juga akan memberikan edukasi mengenai sistem hidroponik modern dengan menggunakan sistem aquaponik yang ber media tanam rockwool, dengan sarana penunjang ikan lele yang masih berupa bibit berukuran 3-4 cm bisa dimanfaatkan untuk budidaya lele secara tidak langsung.
Aquaponik berasal dari suku kata aquakultur dan hidroponik. Aquakultur adalah budidaya ikan, sedangkan hidroponik merupakan budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi aquaponik adalah sistem pertanian yang menggunakan kotoran ikan sebagai nutrisi tanaman dan tumbuhan untuk mengontrol kualitas air ikan. Uniknya, sistem ini memungkinkan untuk dilakukannya budidaya tanaman serta ikan secara bersamaan, dalam satu tempat pada waktu yang bersamaan.Aquaponik juga dapat menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan, keterbatasan sumber air serta meningkatkan ketahanan pangan.
Lalu untuk sistem kerja pada aquaponik sangat sederhana. Air serta kotoran yang berasal dari budidaya ikan disalurkan kepada tanaman karena mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Tanaman akan menyerap nutrisi yang berasal dari air dan kotoran ikan tadi.
Sebagai gantinya, tanaman akan memberikan oksigen kepada ikan melalui air yang sudah tersaring oleh media tanam. Aquaponik sendiri terdiri dari dua bagian utama. Bagian-bagian utama tersebut adalah bagian akuatik (air) untuk pemeliharaan hewan air dan bagian hidroponik untuk menumbuhkan tanaman.
Dalam budidaya hewan air, limbah yang menumpuk di dalam air dapat bersifat toksik bagi ikan. Limbah tersebut terdiri dari urine dan feses ikan, serta sisa pakan ikan. Namun bagi tanaman, limbah-limbah tersebut kaya nutrisi yang dapat menjadi sumber hara dan sangat bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman. Dalam membuat Aquaponik ini memerlukan beberapa komponen. Diantaranya yaitu Ikan (Ikan lele), Tanaman (kangkung dan selada), Bakteri atau siklus nitrogen (yaitu biofilter dan filter mekanis), Kolam (terpal),Pipa,Air, Pompa, Media Tanam (rockwool), Cahaya.
Dalam menjalankan program kerja ini, kelompok 84 KKN-T MBKM turut menggandeng Kak Aris selaku perwakilan Karang Taruna serta Pak dimas selaku koordinator pengembang kolam lele di kelurahan Penjaringansari.(ATH) **








