Pasca Tabrakan Antara Dua Kereta Api di Cicalengka, Tim KNKT Langsung Melakukan Investigasi

oleh -
oleh

sergap TKP – BANDUNG

Pasca peristiwa tabrakan kereta Commuter Line Bandung Raya (KA 350) dengan kereta api Turangga (KA Plb 651) di Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada Jumat (5/1/2024), Komite Nasional Keselamatan Kerja (KNKT) langsung mulai melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab terjadinya kecelakaan tersebut. Sabtu (06/01/2024).

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono mengatakan, investigasi tersebut untuk mengungkap penyebab terjadinya kecelakaan.

Tim dari KNKT  juga akan melakukan wawancara terhadap Petugas pelayanan kereta di Stasiun Cicalengka dan Stasiun Haurpugur.

“Jadi proses investigasi, teman-teman hari ini akan melakukan wawancara dengan petugas-petugas terkait, jadi hari ini karena kemarin kita fokus kepada masalah penanganan korban dulu,” kata Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, di lokasi kecelakaan. Sabtu (6/1/2024).
Menurut Soerjanto, selain melakukan investigasi, pihaknya juga akan membuka dan memeriksa black box yang biasanya berada di lokomotif kereta.
Dalam memeriksa black box, kata Soerjanto, pihaknya bakal turut melibatkan instansi terkait untuk menerjemahkan kode yang ada di dalam black box.
“Di-download terus nanti kita minta penjelasan dari KAI atau dari LAN, kode yang ada di dalamnya kan kodenya mereka yang bikin,” ujar Soerjanto.
Soerjanto berharap black box yang ada di dalam lokomotif tidak rusak akibat kecelakaan. Sebab, apabila sampai rusak, pemeriksaan terhadap black box bakal memakan waktu sampai satu bulan.
“Kadang kalau sudah rusak kita butuh melakukan perbaikan dulu sehingga bisa memakan waktu sampai satu bulan, baru kebaca, baru kita bisa menganalisis datanya,” tuturnya.
Untuk diketahui, Sebelumnya KA Turangga yang berisi 264 penumpang dan KA Commuterline yang berisi 191 penumpang tabrakan di Cicalengka, Kabupaten Bandung.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah penumpang yang terluka langsung dilarikan ke rumah sakit.
Dalam peristiwa ini, dikabarkan ada sebanyak 4 orang meninggal dunia. Keempat korban meninggal dunia itu yakni, Masinis, Asisten Masinis, Pramugara, dan Petugas PAM di Stasiun Cimekar.

No More Posts Available.

No more pages to load.