sergap TKP – PULANG PISAU
Polres Pulang Pisau menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga stabilitas harga pangan dan membantu daya beli masyarakat.
Hal ini dibuktikan melalui gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan secara serentak di halaman Mako Sat Polair Polres Pulang Pisau, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Kapolres Pulang Pisau, AKBP Iqbal Sengaji, S.I.K., M.Si., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i, S.Kom, perwakilan Kodim 1011/KLK, Kejari, serta jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Perindagkop Kabupaten Pulang Pisau.
Kapolres Pulang Pisau, AKBP Iqbal Sengaji, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini diawali dengan mengikuti arahan melalui Zoom Meeting Gerakan Pangan Murah Polri secara nasional, sebelum kemudian dilanjutkan dengan aksi nyata di lapangan.
“Hari ini kami menyalurkan beras SPHP sebanyak 1.000 kilogram atau 200 sak kemasan 5 kilogram. Harga yang kami tawarkan sangat terjangkau, yakni Rp 60.000 per sak, jauh di bawah harga pasar saat ini,” ujar AKBP Iqbal Sengaji.
Tampak pada kegiatan ini warga berantusias mengantri dengan tertib untuk mendapatkan beras berkualitas dengan harga miring tersebut. Kehadiran program ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga memaparkan capaian distribusi beras SPHP di wilayah hukum Polres Pulang Pisau yang menunjukkan performa impresif.
“Pada tahun 2025 lalu, realisasi distribusi kita mencapai 107 ton, atau setara dengan 115 persen dari target yang ditetapkan. Untuk tahun 2026 ini, kegiatan hari ini menjadi langkah awal kita untuk kembali melampaui target tersebut demi memastikan ketahanan pangan di Pulang Pisau tetap terjaga,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 11.00 WIB ini berjalan dengan aman dan kondusif.
Ke depannya, Polres Pulang Pisau berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah guna memastikan pasokan pangan murah tetap tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan.







