Mahasiswa UPN Veteran Jatim Edukasi Masyarakat Tentang Tata Tertib Persidangan Melalui Video Kampanye Digital

oleh -
oleh

sergap TKP – SURABAYA

Sebanyak 4 (Empat) mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur mengedukasi masyarakat tentang tata tertib persidangan melalui video kampanye digital yang dibuat selama mengikuti program Magang Berdampak sebagai luaran kegiatan magang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Kelas IA Khusus.

Keempat mahasiswa yang terlibat dalam pembuatan video tersebut yakni Athalariec Chandra Yahya,  Fitria Arifah Wikadewinda, Zayyan Nadia Falahi, dan Pramudya Putra Afrinanda.

Mereka mengikuti program Magang Berdampak yang merupakan bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Pengadilan Negeri Surabaya Kelas IA Khusus pada 2 Maret hingga 23 Juni 2026.

Selama menjalani magang, mereka dibimbing oleh dosen UPN Veteran Jatim Maria Novita Apriyani, S.H., M.H., serta Hakim Pengadilan Negeri Surabaya Agus Cakra Nugraha, S.H., M.H.

“Kami sering melihat masyarakat yang belum tahu prosedur sebelum masuk ruang sidang, apalagi cara mengikutinya dengan khidmat. Padahal, ketidaktahuan ini bisa mengganggu kelancaran dan wibawa lembaga peradilan,” kata salah satu mahasiswa peserta Magang Berdampak Athalariec Chandra Yahya di Surabaya, Rabu, (1/7/2026).

Menurut Athalariec, gagasan pembuatan video muncul dari pengalaman mahasiswa saat bertugas di kepaniteraan perdata, pidana, dan niaga. Mereka menemukan masih banyak masyarakat maupun pihak berperkara yang belum memahami etika serta prosedur dasar ketika mengikuti persidangan.

Berangkat dari temuan tersebut, para mahasiswa mengemas materi tata tertib persidangan yang bersumber dari Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 6 Tahun 2020 menjadi video panduan langkah demi langkah yang mudah dipahami masyarakat.

Video edukasi tersebut disajikan dengan bahasa yang ringan tanpa mengurangi substansi aturan hukum.

Sejak diunggah, video tersebut sedikitnya telah meraih lebih dari 1.000 penayangan dalam hitungan hari, dan menjadi salah satu luaran program magang yang mendapat respons positif dari publik.

“Persidangan bukan semata-mata tempat mencari keadilan, melainkan ruang yang menjunjung tinggi kehormatan hukum. Mematuhi tata tertib adalah cara kita menghargai peradilan yang beradab,” ujar Athalariec.

Video kampanye itu diharapkan tidak berhenti sebagai luaran program magang, tetapi dapat terus dimanfaatkan sebagai media edukasi bagi masyarakat yang akan berhadapan dengan proses peradilan di Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.