PWI Pusat Meminta Hotman Paris Berikan Klarifikasi Kepada Publik Serta Sampaikan Permohonan Maaf Kepada Insan Pers

oleh -
oleh

sergap TKP – JAKARTA

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyayangkan pernyataan yang disampaikan Advokat, Hotman Paris Hutapea, kepada wartawan saat di wawancarai di lingkungan Kejaksaan Agung.

PWI menilai ucapan Hotman Paris Hutapea saat menjawab pertanyaan Wartawan dinilai telah merendahkan martabat jurnalis serta berpotensi mencederai kemerdekaan pers yang dilindungi UU Nomor 40 Tahun 1999.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa, bertanya kepada narasumber merupakan bagian dari tugas Jurnalistik.

Karena itu, setiap narasumber berhak menjawab atau menolak menjawab pertanyaan, namun harus tetap menghormati profesi Wartawan.

“Setiap orang berhak menyampaikan pendapat, menjawab atau menolak menjawab pertanyaan wartawan. Namun tidak ada alasan untuk merendahkan martabat profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Wartawan bekerja untuk kepentingan publik dan dilindungi oleh Undang-Undang Pers,” ujar Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, Sabtu (18/7/2026).

PWI juga menegaskan tidak mempersoalkan hak advokat membela kliennya, tetapi pembelaan tersebut tidak boleh disampaikan dengan cara yang merendahkan profesi lain atau mengintimidasi wartawan.

Menurut Akhmad Munir, Advokat dan Wartawan sama-sama memiliki peran penting dalam menjaga negara hukum dan demokrasi sehingga harus saling menghormati.

Karena itu, PWI Pusat meminta Hotman Paris memberikan klarifikasi kepada publik serta menyampaikan permohonan maaf kepada insan Pers apabila pernyataannya menimbulkan kesan merendahkan martabat Wartawan.

Untuk diketahui, Kronologi ketegangan Ucapan ‘Lu Punya Otak Enggak?’ di Gedung Bundar

Ketegangan ini bermula dari momen panas antara Hotman Paris dan awak media saat konferensi pers pendampingan kliennya, mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, pada Jumat (17/7/2026) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Hotman secara terbuka meluapkan kekesalannya terkait prosedur penggeledahan yang dilakukan penyidik terhadap kliennya.

Ia mendadak melontarkan pertanyaan tajam yang menantang logika para jurnalis di lokasi terkait penanganan kliennya yersebut.

“Lu punya otak enggak?” cetus Hotman.

No More Posts Available.

No more pages to load.