Polda Jatim Ungkap Kasus Dugaan Tindak Pidana Ilegal Fishing

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana ilegal fishing terhadap 54 ribu benur atau baby lobster.

“Berhasil kita amankan 54 ribu baby lobster jenis mutiara dan pasir dari seorang pelaku berinisial BLS (45).” Ujar Direskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Adityawarman, Rabu (12/10/2016) didampingi Kabid Humas Kombes Pol Argo Yuwono dan Pihak balai karantina kementerian perikanan Surabaya I serta pegawai Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Timur.

Dari pengungkapan kasus tersebut petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti lain seperti 1 tabung oksigen, 1 kardus es batu, 1 pak plastik bening, 1 jerigen, 1 buah aerator/gelembung udara, 5 unit telepon genggam, 4  dompet, 1 buah buku pemasukan dan pengeluaran dan penggaris besi.

Harga pasaran baby lobster ini estimasinya bisa mencapai Rp. 40 – 50 ribu per ekornya.

“Dengan jumlah ini harganya bisa mencapai Rp. 3 miliar,” lanjut Adityawarman.

Adityawarman juga mengatakan rencananya baby lobster ini akan dibawa ke Jakarta dwngan indikasi akan di ekspor ke mancanegara seperti Vietnam dan Singapura.

selanjutnya benih lobster ini akan diserahkan ke pihak karantina untuk kemudian akan dilepaskan kembali ke laut.

“Atas perbuatannya, terhadap tersangka ini kita prasangkakan UU RI No. 31 tentang Perikananan Jo UU RI No. 45 tahun 2009 tentang Perubahan atas UU RI No. 31 tahun 2004 tentang perikanan,” pungkasnya.