sergap TKP – SURABAYA
Pandemi corona virus disease (Covid-19) ternyata tidak cukup berpengaruh terhadap sejumlah masyarakat untuk merefleksi diri dan merubah pola hidup menjadi lebih sehat.
Terbukti di awal bulan Juni ini peredaran narkotika di Jawa Timur masih cukup masif. Bahkan terhitung sudah 28 kasus berhasil diungkap Polda Jatim dan jajaran.
Untuk itu Dirresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Cornelis Mangarahon Simanjuntak juga telah memberikan instruksi kepada para anggotanya untuk tetap fokus dan tidak boleh lengah kendati ditengah wabah corona.
“Selama Maret sampai Juni tidak ada mengalami penurunan. Tetap sama. Oleh karena itu kami melakukan kegiatan penindakan. Total per bulan 73 kasus, April 72 kasus, Mei 75 kasus. Awal Juni semakin meningkat 28 kasus,” jelas Kombes Cornelis Mangarahon, Jum’at (12/6/2020).
Menurutnya ada tiga daerah yang menjadi kewaspadaan pihaknya terkait peredaran narkotika yaitu di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Pulau Madura.
Cornelis juga menyebut adanya program Kampung Tangguh gagasan Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. M. Fadil Imran nantinya juga bisa turut membantu pihaknya dalam rangka pencegahan narkotika.
“Arahnya mau ke sana kampung bebas narkoba. Program kapolda ini. orientasinya ini kan menyelesaikan masalah yang ada dikampung setempat baik, masalah sosial, masalah masyarakat, masalah narkoba. Hanya sekarang fokus Covid-19, nanti kita bergerak disana,” ucapnya.
Pihaknya juga bakal melakukan pemetaan wilayah peredaran narkoba dengan bekerjasama dengan kepala desa untuk selanjutnya memberdayakan stakeholder untuk bisa bersama-sama menghentikan peredaran narkoba.
“Tokoh Agama dilibatkan juga nanti. Saya mulai meniti bagaimana konsep itu diterapkan, seperti yang disampaikan Pak Kapolda ketika jadi Kapolres Jakarta Barat menyelesaikan Kampung Ambon, nanti kita coba terapkan,” ungkapnya.
Perwira menengah dengan tiga melati di pundaknya tersebut juga menyebut sinergi antar lini sebagai faktor penting meredam peredaran narkoba.
“Sekarang ini pemahamannya sepakat nggak narkoba harus diberantas. Sepakat nggak narkoba merusak anak bangsa, kalau itu disepakati ini akan memudahkan,” tegasnya.








