Polda Jatim Bongkar Tabung Oksigen Palsu Berbahan Dasar Tabung Pemadam Kebakaran

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim)  melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berhasil membongkar kasus pembuatan dan penjualan tabung oksigen palsu.

Dalam hal ini petugas mengamankan satu orang tersangka inisial NW alias NG (52) selaku pembuat dan penjual tabung oksigen di CV. Surya Artha Kencana, Jalan Simorejo Timur I No. 85 Surabaya.

Kasus ini sendiri bermula dari adanya laporan masyarakat terkait tabung oksigen yang dibelinya diduga palsu lantaran justru membuat kesehatan orang tua korban semakin memburuk setelah memakai tabung oksigen tersebut.

Selain itu korban juga mencurigai tabung oksigen yang dibelinya di media sosial seharga Rp 4 juta dengan ukuran 1 m³ sebanyak 2 tabung dan 1 regulator memiliki warna dasar merah serupa tabung pemadam kebakaran.

Atas hal tersebut korban akhirnya melapor ke polisi yang kemudian ditindaklanjuti dengan  penyelidikan dan penggeledahan di CV. Surya Artha Kencana yang bergerak di bidang pengisian alat pemadam kebakaran dan repackaging dan produksi pemadam kebakaran.

“Berawal dari laporan korban pada tanggal 27 Juli 2021, WD adalah konsumen yang membutuhkan tabung oksigen. Yang kemudian mendatangi CV milik tersangka di daerah Simorejo, Surabaya,” kata Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Rabu (18/8/2021) siang.

Dari situ terungkap bahwa CV. Surya Artha Kencana melakukan produksi atau membuat tabung oksigen. “Melakukan penggeledahan dan menemukan 800 tabung, sedangkan 106 sudah siap edar, berisi 1 meter kubik, 1,5 meter kubik, 5 meter kubik dan 6 meter kubik dan semuanya sudah hasil modifikasi dari tabung apar seolah olah menjadi tabung oksigen,” sambungnya.

Tabung pemadam kebakaran ini dimodifikasi pelaku dengan dicat warna putih. Selanjutnya isi tabung pemadam kebakaran dikeluarkan dan dipasang regulator, kemudian diisi oksigen yang dapat membahayakan.

“Selama satu bulan ini tersangka sudah menjual tabung oksigen palsu sebanyak 50 tabung, kini polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui jumlah tabung palsu yang terjual seluruhnya,” tutup Kapolda Jatim.

Akibat perbuatan tersebut, tersangka dikenai Pasal 197 UU Kesehatan nomor 36 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atas tindakannya yang dilakukan di tengan pandemi Covid-19 saat ini.