Kurang Dari 24 Jam Polrestabes Surabaya Ungkap Kasus Penemuan Janin di Saluran Pembuangan

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Kurang dari 24 jam, Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap kasus penemuan janin bayi di saluran pembuangan hotel. Dalam kasus ini pihaknya mengamankan tiga orang pelaku.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan menjelaskan ketiga pelaku yang masing masing berinisial NB (25), NH (29) dan AX (31) ini diamankan di tiga tempat berbeda.

Lebih lanjut, Kapolrestabes menjelaskan bahwa NB dibantu NH melakukan aborsi di salah satu hotel yang berada di kawasan Kusuma Bangsa Surabaya yang janinnya kemudian dibuang di septic tank hotel.

Janin tersebut ditemukan oleh petugas hotel yang kemudian melapor ke managemen hotel dan dilanjutkan dengan laporan melalui 110 yang direspon Polsek Genteng untuk ditindak lanjuti oleh unit Identifikasi dan Inafis yang melakukan olah TKP

Selanjutnya petugas juga mengecek rekaman CCTV hotel dan registrasi tamu yang kemudian dilacak melalui data Dispendukcapil. Alhasil diketahui identitas pelaku.

NB diamankan disalah satu hotel di Malang dan NH diamakan di Surabaya. “Saat ditemukan (NB) dalam keadaan lemah dan ditemukan petunjuk celana dalam tiga buah ada bercak darah dan obat-obatan. Dari keterangan medis obat itu dapat merangsang aborsi,” ujar Kombes Yusep.

Proses aborsi yang dilakukan oleh NB dibantu NH. “Kemudian jabang bayi atau janin dari hasil keterangan dokter berumur kurang lebih 5 sampai 6 bulan dengan kondisi yang memprihatinkan,” imbuhnya.

NB sendiri membantu proses aborsi tersebut karena diminta oleh seseorang berinisial AX warga asal Banjarmasin yang merupakan kekasih NB. AX sendiri telah diamankan di Banjarmasin.

“AX tidak mau melanjutkan hubungannya, sehingga ia meminta bantuan orang lain untuk memfasilitasi aborsi itu yang dilakukan pada hari Jumat 3 September 2021,” jelasnya.

Atas perbuatannya para pelaku ini terancam dijerat Pasal 77A jo Pasal 45A UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. dengan hukuman 5 tahun penjara.