Komplotan Pembuat Rapid Test Palsu Diringkus Polisi

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Sebanyak lima orang anggota komplotan pembuat surat rapid test Covid-19 palsu ditetapkan tersangka oleh Subdit III Jatanras Polda Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko menjelaskan para tersangka ini memiliki peran berbeda-beda dimana tersangka NH dan AF berperan sebagai pembuat surat keterangan dokter palsu (hasil rapid test rapid antigen dan swab PCR) sedangkan tersangka SG, MZA dan IB berperan mencari pemesan surat hasil rapid test swab antigen dan swab PCR.

Umumnya para pemesan hasil rapid antigen dan swab PCR tersebut adalah penumpang pesawat terbang dan penumpang travel.

Lebih lanjut, Kabid Humas mengungkapkan pengungkapan kasus ini dilakukan di Jalan by pass Juanda, Kelurahan Sedati Agung, Kecamatan Sedati, Sidoarjo. “Anggota kami mendapatkan informasi terkait adanya praktek penjualan surat keterangan hasil rapid test Covid-19 ilegal,” ujarnya, Selasa (11/5/2021).

Untuk modusnya sendiri para pelaku membuat hasil rapid dan swab dari RS Sheila Media tanpa melakukan pemeriksaan terhadap pemesan. Atas hal tersebut pihak kepolisian akhirnya mencoba melakukan pemesanan kepada tersangka SG dengan harga Rp200.000 per surat.

Alhasil, setelah surat hasil rapid test ilegal tersebut diterima oleh petugas, pelaku kemudian langsung diamankan. Dari keterangan pelaku surat tersebut didapatkan dari tersangka NH yang kemudian ditangkap setelah mengantarkan pesanan lainnya ke tersangka SG.

Dari keterangan NH, diketahui bahwa surat keterangan hasil rapid dan swab test ilegal tersebut dibuatnya dengan media laptop dan printer dengan mengatasnamakan RS Sheila Medika Sidoarjo. “Dari keterangan kedua tersangka, kami mengamankan 3 orang pelaku lainnya,” sambungnya.

Para tersangka ini setiap harinya, rata-rata mampu mencetak 5 surat hasil rapid antigen dan 3 surat hasil swab PCR palsu. Hasil test ilegal ini dapat dibuat dalam 10 menit saja tanpa perlu pemeriksaan laboratorium.

“Para pelaku sudah melakukan tindak pidana pemalsuan ini kurang lebih 4 bulan dan telah mencetak kurang lebih 600 lembar surat keterangan hasil rapid test swab antigen palsu,” imbuh Gatot.

Selain mengamankan kelima tersangka, petugas juga turut menyita barang bukti uang tunai Rp 1.2 juta, 4 lembar hasil rapid test swab antigen, bendel blangko kosong rapid test swab antigen dengan kop surat RS Sheila Medika, 2 unit printer, 4 unit ponsel,2 stempel RS Sheila Medika, staples dan tas warna hitam.

Guna mempertanggungjawaban perbuatan mereka, petugas telah menyangkakan pasal 263 ayat (1) KUHP Subsider Pasal 268 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun.