Kasau Saksikan Uji Coba Landing dan Take-Off Pesawat Tempur TNI Angkatan Udara di Jalan Tol

oleh -
oleh

sergap TKP – PASURUAN

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI M. Tonny Harjono didampingi Komandan Lanud Muljono Kolonel Pnb Wisnu Aji Prabowo, S. Sos., M.A.P.  menyaksikan langsung kegiatan uji coba landing dan take-off pesawat tempur TNI Angkatan Udara di jalan tol. Kamis (22/10/2026).

Kegiatan pelaksanaan uji coba landing dan take-off pesawat tempur TNI Angkatan Udara bertempat di ruas jalan tol Pasuruan-Probolinggo, Jawa Timur, atau tepatnya di kilometer 834 sampai dengan kilometer 837+500.

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI M. Tonny Harjono mengatakan, Uji coba ini merupakan bagian dari upaya TNI Angkatan Udara untuk menguji kesiapan operasional serta kemampuan untuk memanfaatkan infrastruktur daerah, terutama jalan tol, sebagai landasan alternatif dalam mendukung operasi udara.

“Bagi kami, kemampuan ini menjadi salah satu aspek yang perlu dipersiapkan untuk menjaga fleksibilitas dan kesinambungan operasi udara dalam berbagai kondisi tentunya,” ujar Kasau, Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

Dalam uji coba ini, pesawat yang digunakan adalah pesawat MB-34 Super Tucano yang homebase-nya ada di Lanud Abdulrahman Saleh Malang, dan pesawat F-16 Fighting Falcon dari Lanud Iswahyudi.

Ruas jalan tol yang dimanfaatkan 3,5 kilo, lebarnya 24 meter di mana semua sudah masuk dalam spek keamanan sesuai dengan ketentuan.

Menurut Kasau, Sebelum dilaksanakan uji coba, TNI Angkatan Udara juga telah melaksanakan briefing secara detail pemeriksaan terhadap sejumlah aspek teknis.

Adapun aspek teknis tersebut antara lain  yakni pengecekan kondisi permukaan jalan, kemudian kondisi lingkungan di sekitar.

“Kalau kita lihat banyak perkampungan tetapi masih dalam batasan, kemudian marka jalan yang tadinya jalan untuk mobil tapi kita buat seperti layaknya runway, kondisi lingkungan sekitar lainnya.” kata Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

“Jadi dari hasil verifikasi tadi juga sudah rekan-rekan lihat, kita memberikan verifikasi kepada Kementerian PUPR bahwa jalan tol ini sudah tersertifikasi dan bisa digunakan sebagai alternate landasan untuk pesawat terbang.” lanjutnya.

Kasau menjelaskan bahwa kegiatan uji coba ini merupakan uji coba yang kedua yang Angkatan Udara laksanakan di mana yang pertama kita telah melaksanakan di jalan tol Trans Sumatera di Lampung pada bulan Februari yang lalu.

“Perlu saya sampaikan bahwa pelaksanaan ini tentunya hasil dari koordinasi dengan berbagai komponen bangsa lainnya, instansi terkait, misalnya Kementerian Pertahanan, Kementerian PUPR termasuk pengelola jalan tol, kemudian dari Pengatur Lalu Lintas Udara, Kementerian Kesehatan juga yang pada hari ini Wamenkes berkesempatan hadir.” terang Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

Lebih lanjut, Kasau mengungkapkan, Dengan pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten maupun kota Probolinggo, dan unsur-unsur lainnya yang terkait dalam hal penyiapan infrastruktur, persiapan personel, pengamanan area, pengaturan lalu lintas, serta pemenuhan aspek keselamatan penerbangan lainnya.

“Untuk itu saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri PUPR, Bapak Menteri Pertahanan, Bapak Menteri Kesehatan yang juga diwakilkan oleh Wamenkes yang bisa hadir, arahan dari Bapak Panglima TNI, dan dukungan dan koordinasi yang baik sehingga kegiatan ini bisa kita laksanakan dengan aman dan lancar.” ungkapnya.

Kasau juga mengunkan bahwa, Bagi Angkatan Udara, pengujian ini menjadi bagian dari upaya penyiapan alternatif dukungan operasi penerbangan, operasi udara dalam kondisi tertentu.

“Misalnya, kita sudah tidak bisa menggunakan lagi landasan atau bandara atau pangkalan udara untuk digunakan kepentingan operasi penerbangan dan kita memanfaatkan jalan tol atau infrastruktur daerah sebagai alternate runway bagi operasi penerbangan.” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kasau mengatakan, dalam kegiatan ini, kami menyadari bahwa jalan tol ini bersifat terbatas pemanfaatan jalan tol sebagai alternatif landasan ini bersifat terbatas dan situasional, di mana fungsi utama dari jalan tol tetap sebagai sarana transportasi bagi masyarakat sehingga aspek keselamatan penerbangan, pengguna jalan, dan kepentingan publik tetap menjadi perhatian yang utama.

“Kami juga memohon maaf apabila dalam kegiatan uji coba ini semenjak dari tahap persiapan sampai dengan pelaksanaan hari ini tentunya mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam hal penggunaan jalan tol.” ucapnya.

Kasau menambahkan, Barangkali setelah Jawa, di tempat lain karena berkaitan dengan strategi militer atau semacamnya? Ya, jadi Angkatan Udara dengan Kementerian PUPR, Kementerian terkait sudah melaksanakan survei.

“Sudah ada beberapa lokasi yang kemudian akan kita jadikan tempat uji coba. Salah satunya adalah di jalan tol di Jakarta, itu Cibitung-Cilincing, itu juga menjadi salah satu yang memenuhi syarat untuk kita uji coba.” imbuhnya.

Kemudian rencana pembangunan jalan tol yang ada di Lombok juga demikian, kami sudah koordinasi dengan pemerintah daerah Provinsi NTB. Ke depan, perintah dari Bapak Presiden bahwa untuk pembangunan jalan tol kami akan koordinasi dengan Kementerian PUPR.

“Ya, jadi Kementerian PUPR yang melaksanakan pembangunan jalan tol akan selalu koordinasi ketat dengan TNI, khususnya Angkatan Udara. Ada beberapa tempat, khususnya di pulau-pulau besar yang bisa kita gunakan untuk alternate runway di jalan tol.” terang Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

Persiapan untuk kegiatan ini berapa bulan sebelumnya? Jadi, survei ini sudah lama. Termasuk yang kita laksanakan di Lampung juga sudah dari awal tahun.

“Dan untuk khusus untuk jalan tol Pasuruan-Probolinggo ini sudah mulai bulan Agustus kita sudah melaksanakan persiapan-persiapan dan alhamdulillah Kementerian PUPR mensupport kegiatan ini dan kami yang melaksanakan uji cobanya.” pungkas Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

No More Posts Available.

No more pages to load.