Ahli Tidak Temukan Percakapan Permintaan Uang Bupati Nganjuk Nonaktif

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Nganjuk Nonaktif Novi Rahman Hidayat memasuki babak baru.

Ahli Siber Forensik Bareskrim Mabes Polri, Adi Setya mengatakan bahwa dirinya tidak menemukan keyword (kata kunci) percakapan permintaan uang dari barang bukti handphone yang disita pihak kepolisian dari Bupati Novi dan ajudannya M. Izza Muhtadin.

Pernyataan tersebut disampaikan Adi saat memberikan keterangannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Adi sendiri merupakan saksi ahli yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Nganjuk.

Lebih lanjut, Adi menerangkan bahwa dirinya diminta penyidik untuk memeriksa barang bukti yang disita dari kasus ini. “Ada surat permintaan dari Tipikor Bareskrim terkait barang bukti yang disita penyidik,” imbuhnya.

Adi juga mengaku telah memeriksa barang bukti handphone dengan sejumlah akun atas nama Izza dan Novi. “Disita HP Vivo dan ditemukan akun dengan nama Izza. Serta ditemukan pula akun icloud dengan nama Novi,” jelasnya.

Saat ditanya oleh kuasa hukum Novi, Tis’at terkait kepemilikan akun tersebut Adi mengaku tidak bisa memastikan hal ini. “Saya tidak bisa menjelaskan siapa kepemilikan barang bukti. Saya hanya terkait data, itu kewenangan penyidik,” ungkap Adi.

Sementara itu terkait keterangannya dalam BAP yang menyebutkan bahwa tidak ditemukan keyword permintaan uang dari Bupati Novi maupun Izza ke orang lain atau sebaliknya, Adi membenarkan hal tersebut. “Benar, tidak ditemukan,” ungkapnya

Sementara kuasa hukum Novi lainnya, Ade Dharma menyebut keterangan yang disampaikan oleh ini menguntungkankan pihaknya, lantaran ia tidak menemukan keyword yang diminta penyidik, terkait dengan permintaan uang yang dilakukan Bupati Novi.

“Yang paling penting menyatakan tidak menemukan keyword terkait dengan Bupati Novi. Tidak ada hal-hal yang terkait Novi, terutama soal permintaan uang,” tutupnya.