Kuasa Hukum Bupati Novi Duga Nama Kliennya Dicatut Ajudannya Sendiri

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Kuasa Hukum Bupati Nganjuk Nonaktif Novi Rahman Hidayat, Ade Dharma Maryanto mengungkapkan bahwa pihaknya menduga ajudan kliennya, M. Izza Muhtadin terindikasi melakukan penyalahgunaan nama Bupati Novi untuk kepentingan pribadi.

“Terkait kasus ini, berdasarkan apa yang kami jalani selama persidangan, ada dugaan kami si Izza ini yang mencatut nama bupati untuk kepentingan pribadinya,” ujar Ade, Senin (22/11/2021).

Pasalnya sejumlah saksi yang dimintai keterangannya dalam sidang dugaan kasus suap Bupati Nganjuk nonaktif Novi Rahman Hidayat di Pengadilan Negeri Tindak Korupsi (Tipikor) Surabaya mengungkap perilaku tidak wajar Izza Muhtadin yang diduga mencatut nama bupati.

Salah seorang saksi yang merupakan staf Humas dan Protokol Pemkab Nganjuk, Sapta Suryansyah mengungkapkan bahwa dirinya mengenal Izza sejak dirinya menjadi fotografer pribadi Bupati Novi.

“Sejak 2018 saya merupakan fotografer pribadi Pak Novi, baru Juni 2021 saya bergabung di Humas dan Protokol Pemkab Nganjuk,” ujarnya.

Sapta juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah mendapati Izza berperilaku tidak wajar sebagai ajudan bupati. Ia pernah melihat Izza menyimpan uang dalam jumlah yang cukup besar di dalam mobilnya yang disimpan dalam amplop besar.

Menanggapi pernyataan tersebut salah seorang Kuasa Hukum Novi, Tis’at langsung bertanya kepada saksi. “Apakah anda bertanya saat itu, itu uang apa,” tanyanya.

“Iya, katanya untuk beli mobil. Uangnya saya lihat sekilas dalam bentuk seratus ribuan. Amplopnya tebal sekali. Cuma saya tidak tahu persis berapa jumlahnya,” jawab Sapta.

Selain itu sebagai ajudan baru Bupati, ekonomi Izza juga meningkat drastis. Bahkan Izza memiliki rencana membeli mobil, motor, hingga pacar baru. Selain itu ia juga pernah mendapati Izza melakukan video call dengan perempuan yang diakui sang ajudan sebagai pacarnya.

“Dia pernah vidcall, saya kira istrinya, tapi ternyata orang lain yang diakui sebagai pacarnya,” aku Sapta.

Saksi lainnya, yakni tukang bersih-bersih di rumah Bupati, Sunarto mengaku kerap mendapat uang rokok dari Izza. Sunarto mengaku menerima uang seratus ribu dari Izza sebanyak 11 kali selama mereka bertemu.

“Uangnya banyak pak hakim, di dompetnya itu kalau pas mengeluarkan uang, terlihat uangnya banyak, ratusan ribu,” akunya.