Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Wanita Tergulung Kasur di Surabaya

oleh -

sergap TKP – SURABAYA

Motif pembunuhan terhadap Putri Ima, seorang wanita yang ditemukan tewas tergulung kasur yang dibungkus plastik di kawasan Jambangan, Surabaya pada Kamis (22/4/2021) malam, akhirnya terungkap.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian mengungkapkan tersangka Joni Pranoto yang merupakan suami korban tega menghabis nyawa istrinya lantaran merasa kesal dihina dan diejek sang korban.

“Dipicu cekcok rumah tangga. Korban selalu mengejek, tidak menghargai pelaku sebagai suami, menyuruh suami dengan tidak pantas,” ujar AKBP Oki Ahadian, Jumat (23/4/2021).

Adapun permasalahan yang terjadi dalam rumah tangga keduanya diakui tersangka, terjadi lantaran perbedaan status pekerjaan antar keduanya. Dimana tersangka sebagai pekerja serabutan, sedangkan korban adalah karyawan tetap di sebuah perusahaan swasta.

Karena itu, korban selalu mengejek dan menghinanya berulang-ulang. Alhasil tersangka yang telah naik pitam nekat menghabisi korban dengan cara mencekik dan membekap korban menggunakan bantal.

“Tersangka emosi, naik pitam, ambil bantal, bekap wajah korban, dan mencekiknya selama setengah jam. Hingga kemudian korban dipastikan tewas,” jelasnya.

Selain itu, Oki mengungkapkan jasad korban sempat disimpan selama dua hari di dalam kamar kost keduanya di Gayungan, Surabaya sebelum kemudian dipindahkan ke lokasi ditemukannya jasad korban.

“Setelah melakukan pembunuhan, tersangka sengaja membiarkan korban di dalam kamar selama 2 hari. Sampai membusuk baru diangkat dan ditaruh di TKP,” terangnga.

Lebih mirisnya ternyata korban tengah hamil lima bulan. Janin bayi tak berdosa berumur 5 bulan yang terkandung di dalam perut korban sampai keluar sendiri sehari setelah sang ibu terbunuh.

“Bayi tersebut keluar 1 hari setelah ibu bayi meninggal. Ini anak ke-3, janin keluar sendiri. Janin ditemukan di luar tubuh jadi satu,” imbuh Oki.

Bahkan hal tersebut juga diketahui oleh tersangka yang tidak mengurungkan niatnya untuk menghabisi korban. “Korban posisi hamil 5 bulan, jenis kelamin laki-laki. Dia tahu itu,” ujarnya.

Diakui tersangka, niatan membunuh itu muncul lantaran ia merasa korban tidak pernah menghargainya sebagai seorang suami. “Saya jengkel, karena sering dihina Saya cuma kuli,” akunya.